Merusak lingkungan, warga tolak tambang di Desa Sumberrejo, Jepara

Puluhan warga dari Dukuh Toplek dan Dukuh Pendem, Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, bersama sejumlah aktivis lingkungan, melakukan kegiatan tilik sumber mata air di kawasan Pegunungan Mrico, Kamis (29/05/25).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendaki Gunung Mrico untuk meninjau lanskap alam pegunungan serta lahan pertanian yang selama ini menjadi tumpuan hidup warga.
Turut serta dalam kegiatan tersebut, persatuan wartawan Pati yg diketuai Mbah Kamto.
Mbah Kamto melihat secara langsung potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan batuan andesit yang belakangan menjadi perhatian warga.
Dua dari empat sumber mata air utama di wilayah tersebut dilaporkan berada dalam kondisi terancam
Ia menyatakan keresahan yang dirasakan masyarakat sejak awal masuknya aktivitas tambang. Ia menyebut sejumlah dampak mulai terasa, di antaranya polusi suara, debu, serta ancaman bencana seperti longsor dan banjir yang mengintai permukiman serta lahan pertanian.
“Di sini ada dua sumber mata air di dekat area tambang. Dua lainnya ada di Pendem Selatan dan Dukuh Tempur. Yang berada di dekat penambangan ini terancam hilang,” ungkapnya.
Sumber mata air yang dikunjungi warga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti mandi, air minum, hingga irigasi sawah. Saiful menyebut, keberadaan tambang mengancam 57 kepala keluarga (KK) di RT 1/RW 3 serta 73 KK di RT 2/RW 3.
Bahkan, jarak antara tambang dan rumah warga hanya sekitar 50 meter, dengan 11 rumah berada tepat di batas area tambang. “Ini rawan longsor,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jepara harus segera mempertimbangkan paling tidak harus ada tindakan agar kondisi ini tidak semakin parah, pelestarian lingkungan harus segera di lakukan langkah-langkah nyata agar masyarakat bisa memahami dan mendukung program pemerintah Jepara.










