Tim Sukses Mengaku Terlupakan, Dugaan Politik Uang Warnai Pemenangan Caleg DPRD Banyuasin

Tim Sukses Mengaku Terlupakan, Dugaan Politik Uang Warnai Pemenangan Caleg DPRD Banyuasin
Foto: Ilustrasi
SUMSEL
Jumat, 29 Mei 2026  18:09

Banyuasin. AliansiNews.id. 

Meski pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) telah usai dan para calon terpilih kini resmi menduduki kursi parlemen, namun dinamika politik di lapangan ternyata masih menyisakan berbagai cerita dan kekecewaan, khususnya di kalangan tim sukses.

Salah satunya diungkapkan oleh seorang tim sukses caleg DPRD Kabupaten Banyuasin yang meminta identitasnya disamarkan. Ia mengaku kecewa terhadap salah satu anggota DPRD Banyuasin berinisial (H) dari Fraksi PKS yang disebut telah melupakan perjuangan para tim pemenangan setelah berhasil terpilih menjadi wakil rakyat.

Menurut pengakuannya, proses pemenangan caleg tersebut diduga tidak lepas dari praktik politik uang atau money politics yang terjadi di tengah masyarakat selama masa kampanye hingga menjelang hari pencoblosan.

“Waktu itu setiap pemilih diberikan uang Rp200 ribu untuk memilih beliau. Tim di lapangan bekerja siang malam untuk memenangkan, tapi setelah duduk jadi dewan, kami seperti dilupakan,” ujar sumber kepada wartawan. Jumat (29/5/2026) 

Ia menuturkan, selama proses kampanye para tim sukses berupaya maksimal menggalang dukungan masyarakat di berbagai wilayah. Namun setelah target kemenangan tercapai, komunikasi dengan caleg yang telah menjabat tersebut disebut mulai sulit dilakukan.

“Dulu waktu butuh suara masyarakat, semuanya dirangkul. Sekarang setelah jadi anggota dewan, jangankan memperhatikan tim, dihubungi saja susah,” katanya.

Kekecewaan tersebut, lanjutnya, bukan hanya dirasakan dirinya pribadi, namun juga sejumlah relawan dan tim lapangan lainnya yang merasa tidak lagi dianggap setelah pesta demokrasi selesai.

Fenomena ini dinilai menjadi gambaran masih adanya persoalan dalam praktik demokrasi di tingkat daerah, terutama terkait dugaan politik uang yang kerap menjadi pembahasan setiap pelaksanaan pemilu. Praktik semacam itu dinilai dapat mencederai nilai demokrasi yang seharusnya berjalan secara jujur dan adil.

Selain itu, kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai komitmen wakil rakyat terhadap para pendukung maupun masyarakat yang telah memberikan kepercayaan saat pemilu berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak anggota DPRD Banyuasin berinisial (H) dari Fraksi PKS belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh mantan tim sukses tersebut. (Tri sutrisno)

TAG:
#
Berita Terkait
RSUD KAYUAGUNG Raih Nilai 'Baik' Dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 
RSUD KAYUAGUNG Raih Nilai 'Baik' Dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 
RSUD KAYUAGUNG Raih Nilai 'Baik' Dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 
RSUD KAYUAGUNG Raih Nilai 'Baik' Dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 
Rekomendasi
1
2
3
4
5
Kapolsek cigudeg di hari Jum'at Berkah Bagikan bubur kacang ijo dan roti sebanyak 300
Keluarga besar Bantar karet, Semangat Berbagi di Idul Adha, Salurkan 11 Ekor Kurban
Polsek cigudeg di hari Idul Adha penyerahan dua Hewan Kurban 
Kapolsek Megamendung Bersama  Anggota Beri Pelayanan Yang Terbaik Kepada Masyarakat Dalam Pengamanan Sholat Idul Adha 1447 H /2026M
Polsek cigudeg Berbagi Takjil Gratis 400 bok kepada Masyarakat
Indeks Berita