Kematian Sutrimo, sempat mengaku gelisah dan dikasih Rp5 juta oleh pria misterius

Kematian Sutrimo, sempat mengaku gelisah dan dikasih Rp5 juta oleh pria misterius
Foto: Suasana di Klinik Mordent Aesthetic Clinic di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang menjadi penemuan mayat pria bernama Sutrimo, Senin (27/7/2026). Puslabfor Polri sedang olah TKP.
TIPIKOR
Kamis, 06 Agu 2026  00:52

Kematian Sutrimo, sosok yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, penuh kejanggalan.

Sebelum meninggal dunia, Sutrimo sempat mengeluhkan situasi yang tengah dihadapinya kepada kerabat.

Hal itu diungkapkan Presiden Petisi Ahli, Pitra Romadoni, dalam program di salah satu stasiun televisi dikutip Rabu (5/8/2026) malam. 

Pitra menjelaskan, Sutrimo telah pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah, sekitar sepekan sebelum meninggal dunia.

Dalam kesempatan itu, Sutrimo disebut sempat mencurahkan kegelisahannya kepada kerabat.

"Kematian dari Sutrimo ini sangat janggal sekali. Janggalnya yang pertama, yang bersangkutan ini sudah pulang ke Jawa, Banyumas,”ujarnya.

“Satu minggu sebelum dia meninggal dunia itu dia sudah pulang. Kegelisahan dia, dia sampaikan ke kerabatnya bahwasannya pimpinan saya lagi bermasalah dan sudah banyak teman-temannya yang ditangkap-tangkapin," lanjut Pitra. 

Pitra mengaku mendapat informasi bahwa setelah berada di Banyumas, Sutrimo diminta kembali ke Jakarta oleh sosok yang hingga kini masih misterius.

Menurutnya, Sutrimo bahkan dibekali uang sebesar Rp5 juta untuk kembali ke ibu kota.

"Diberikanlah uang Rp5 juta disuruh balik ke Jakarta. Karena dia sebagai Karumga, dia memiliki kewajiban sebagai kepala rumah tangga yang bersangkutan dia balik nih," lanjut dia.

Setelah kembali ke Jakarta, Sutrimo kemudian ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pitra menilai kondisi tersebut janggal karena, menurut informasi yang diterimanya, Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit.

"Dari awal dia tidak punya riwayat sakit, tiba-tiba dari mulutnya keluar busa," tutur dia.

Sejumlah kejanggalan itu, kata Pitra, menjadi alasan pihaknya mendorong pelaporan kepada polisi terkait dugaan kematian tidak wajar tersebut.

Ia juga mengungkapkan adanya dorongan dari aktivis hak asasi manusia (HAM) dan aktivis sosial agar dilakukan ekshumasi.

"Artinya tidak hanya selesai di dalam pemeriksaan rumah sakit kemarin, tapi teman-teman ini menginginkan agar dilakukan ekhumasi," pungkasnya.

TAG:
#sutrimo
#febrie adriansyah
#jampidsus
#polda metro
Berita Terkait
Ambulans dipesan pihak tak dikenal, administrasi RS diurus ajudan Febrie, ini rangkaian misteri kematian penjaga rumah eks Jampidsus
Ambulans dipesan pihak tak dikenal, administrasi RS diurus ajudan Febrie, ini rangkaian misteri kematian penjaga rumah eks Jampidsus
Ambulans dipesan pihak tak dikenal, administrasi RS diurus ajudan Febrie, ini rangkaian misteri kematian penjaga rumah eks Jampidsus
Ambulans dipesan pihak tak dikenal, administrasi RS diurus ajudan Febrie, ini rangkaian misteri kematian penjaga rumah eks Jampidsus
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kebakaran Gunung Gede Pangrango, petugas dan relawan terus siaga
Reuni Akbar SD Erlxiao Palembang: Ajang Silaturahmi Lintas Kota & Bentuk Terima Kasih pada Para Guru
Mengenal Dody Chen yang lebih disapa Koko DC  : MC Legend Multitalenta Asal Palembang dengan Pengalaman 20 Tahun dan Skill Tiga Bahasa
BPAN-LAI Sumsel Minta BPTD Sumsel Buka Pengelolaan Anggaran DIPA Rp118,58 Miliar
BPAN-LAI Sumsel Minta Klarifikasi Anggaran Honorarium Ustadz dan Ustadzah Rp17,2 Miliar di Pemkot Palembang
Indeks Berita