Mabes Polri Belum Buka Suara Soal Aduan Korban Pencurian yang Disuruh Polisi Tangkap Maling Jadi Tersangka dan DPO Polrestabes Medan Kepada Wapres Gibran

Bogor ,- Aliansinews id. Aduan keluarga asal Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, terkait perkara yang mereka klaim bermula dari pencurian namun kemudian berujung pada penetapan anggota keluarga sebagai tersangka dan DPO Polrestabes Medan, hingga kini belum mendapat pernyataan terbuka dari Mabes Polri.
Persoalan tersebut kembali menjadi sorotan setelah keluarga menyampaikan pengaduan kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja di Kabupaten Karo pada 11 September 2026.
Keluarga mengaku awalnya menjadi korban pencurian di tempat usaha mereka. Mereka juga menyampaikan bahwa dalam upaya mencari orang yang mereka duga sebagai pelaku pencurian, mereka mendapat arahan atau pendampingan dari personel kepolisian.
Namun, dalam perkembangan berikutnya, salah seorang anggota keluarga justru ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pidana, sementara anggota keluarga lainnya disebut masuk dalam DPO Polrestabes Medan.
KSP Dudung Janjikan Konfirmasi ke Kapolda Sumut
Aduan tersebut kemudian mendapat respons dari Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.
Dudung menyampaikan bahwa dirinya akan meminta Satgas Kantor Staf Presiden (KSP) untuk melakukan konfirmasi kepada Kapolda Sumatera Utara terkait persoalan yang disampaikan keluarga.
“Nanti akan saya perintahkan Satgas KSP mendekat untuk segera konfirmasi dengan Kapolda Sumut,” ujar Dudung, sebagaimana disampaikan kepada keluarga/media.
Pernyataan tersebut menjadi perkembangan penting dalam perkara yang selama ini dipersoalkan keluarga.
Keluarga berharap konfirmasi tersebut dapat memperjelas rangkaian peristiwa, termasuk dugaan adanya arahan atau pendampingan personel kepolisian ketika mereka mencari dan mengamankan orang yang mereka duga sebagai pelaku pencurian.
Polda Sumut dan Mabes Polri Belum Beri Pernyataan Terbaru
Meski persoalan tersebut telah dibawa kepada pemerintah pusat dan KSP disebut akan melakukan konfirmasi kepada Kapolda Sumut, hingga kini belum terdapat pernyataan terbuka dari Mabes Polri yang secara khusus menjawab seluruh aduan keluarga tersebut. (*)












