Darurat Tebing Saluran Induk D.I Saddang Ambrol, Proyek Rp24,2 M BBWS Jeneberang Dikejar Waktu

PINRANG, ALIANSI NEWS ID – Bahaya mengintai ribuan hektar sawah petani Pinrang. Tebing setinggi beberapa meter di Saluran Induk Daerah Irigasi D.I Saddang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Patampanua ambrol.
Jika tidak segera ditangani, jebolnya tebing ini berpotensi memutus aliran air ke sawah dan memicu banjir di musim hujan.kamis 27 Agustus 2026
Pantauan _Aliansi News ID_, titik longsor itu kini menjadi lokasi proyek Rehabilitasi Kantong Lumpur D.I Saddang. Proyek prestisius Kementerian PUPR melalui BBWS Pompengan Jeneberang ini menelan anggaran fantastis Rp24.224.221.000 atau Rp24,2 Miliar dana APBN.
Berdasarkan papan proyek nomor kontrak `HK.02.01 Bbws 11.8.2.2026/44`, pekerjaan ditarget 249 hari kalender sejak 27 April 2026. Pelaksananya *PT. Bangun Konstruksi Persada Pengawasan mutu dipegang KSO PT. Manggala Karya Bangun Sarana dan PT. Syafitri Perdana Konsultan.
Di lapangan terlihat satu unit _piling rig_ mulai bergerak. Kontraktor mengerahkan pipa baja diameter 800mm x 6mm merek SPINDO standar ASTM A252 Grade 2 sebagai tiang pancang untuk menahan tebing.
Tim juga merakit sangkar tulangan besi yang akan dicor di dalam pipa. Metode ini adalah nyawa dari penguatan tebing saluran induk.
Ini titik vital. Kalau gagal, air ke DI Saddang bisa mati," ujar seorang pekerja di lokasi.`
Kepala UPT Bendungan Benteng Patampanua, Masri menegaskan proyek ini sepenuhnya kewenangan BBWS.
"Proyek ini dari Balai Besar Pompengan Jeneberang. Kami dari UPT hanya bertugas mengawasi agar pekerjaan sesuai spesifikasi dan tidak mengganggu pelayanan irigasi ke petani," tegas Masri
"Kami cuma ngawasi. Yang penting air ke sawah warga tetap lancar selama pengerjaan," tambahnya.`
Proyek Rp24,2 M ini jadi sorotan publik. Aliansi News ID_ mencatat 4 hal yang wajib diawasi ketat
Mutu Material Apakah sertifikat pipa baja SPINDO dengan nomor heat 4023226 sesuai spesifikasi
Kedalaman Pancang: Apakah kedalaman tiang sesuai desain untuk menahan tekanan air
K3 Lokasi di tebing curam di atas sungai.
Apakah APD dan pengamanan pekerja sudah maksimal
Waktu
Dengan sisa waktu yang mepet
apakah target 249 hari bisa dikejar sebelum musim hujan
Hingga berita ini naik, pihak BBWS Pompengan Jeneberang dan Konsultan MK belum memberikan keterangan resmi
Warga resah, mereka hanya punya satu permintaan.
"Kami hanya minta air ke sawah lancar dan tebing ini tidak longsor lagi. Itu harapan kami," harap salah seorang petani
Publik kini menunggu langkah terbuka dari BBWS Jeneberang. Jangan sampai Rp24,2 Miliar hanya jadi proyek tambal sulam yang ambrol lagi tahun depan.












