Motif pembunuhan marbot masjid di Purwakarta karena sakit hati sering diejek

Motif pembunuhan marbot masjid di Purwakarta karena sakit hati sering diejek
Foto: Fajar Sugama (35) dibekuk polisi.
HUKUM
Jumat, 07 Agu 2026  21:05

Fajar Sugama (35) yang menyerang hingga menewaskan seorang marbot Masjid Al-Muhajirin di Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diamankan polisi hanya beberapa jam setelah korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di sekitar gerbang Masjid Al-Muhajirin pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Polisi menyita sebilah pedang dan celurit yang diduga digunakan untuk menyerang korban. 

Dua senjata tajam tersebut ditemukan saat petugas melakukan penggeledahan di rumah pelaku yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan selain senjata tajam, penyidik turut mengamankan pakaian yang dikenakan pelaku saat melakukan aksi. 

Pelaku sakit hati sering diejek

Polisi mengungkapkan kronologi motif pembunuhan yang dilakukan FS terhadap marbot masjid di Kabupaten Purwakarta.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi ketika korban hendak mengumandangkan azan Zuhur di Masjid Al Muhajiri, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, pada Kamis (6/8/2026).

Seketika pelaku datang dari belakang dan langsung melakukan penusukan terhadap korban.

Korban tergeletak tak sadarkan diri, dengan darah yang bersimbah di area halaman masjid.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam menuturkan, korban dan pelaku saling mengenal.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya itu dipicu rasa sakit hati karena kerap diejek atau dirundung oleh korban.

"Motifnya dugaan sementara hasil interogasi bahwa diduga pelaku ini sakit hati pada korban karena sering mendapat perlakuan yang tidak seharusnya didapatkan oleh si pelaku," kata Febri ditemui di Bandung, Jumat (7/8).

"Contohnya, si korban sering menghina pelaku terkait masalah ekonomi maupun kondisi rumah. Ya dirundung lah," lanjutnya.

Korban yang sakit hati lantas melancarkan niat buruknya dengan mendatangi korban yang sehari-hari bertugas sebagai marbot masjid.

Saat memasuki waktu beribadah, pelaku yang sudah mengetahui jadwalnya, lantas datang ke masjid dan langsung melakukan penusukan terhadap korban.

"Tidak membuntuti korban, karena memang sudah saling kenal dan memang si pelaku ini sudah tahu kalau korban ini memang marbot di masjid itu, dan kegiatan sehari-hari ke masjid," ucapnya.

Lebih lanjut, penyidik akan mendalami dugaan aksi tersebut sudah terencana.

TAG:
#
Berita Terkait
Polisi lamban tangani temuan ratusan senjata, pihak sekolah ngadu ke Gubernur dan KPAI
Polisi lamban tangani temuan ratusan senjata, pihak sekolah ngadu ke Gubernur dan KPAI
Polisi lamban tangani temuan ratusan senjata, pihak sekolah ngadu ke Gubernur dan KPAI
Polisi lamban tangani temuan ratusan senjata, pihak sekolah ngadu ke Gubernur dan KPAI
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Reuni Akbar SD Erlxiao Palembang: Ajang Silaturahmi Lintas Kota & Bentuk Terima Kasih pada Para Guru
Mengenal Dody Chen yang lebih disapa Koko DC  : MC Legend Multitalenta Asal Palembang dengan Pengalaman 20 Tahun dan Skill Tiga Bahasa
BPAN-LAI Sumsel Minta BPTD Sumsel Buka Pengelolaan Anggaran DIPA Rp118,58 Miliar
BPAN-LAI Sumsel Minta Klarifikasi Anggaran Honorarium Ustadz dan Ustadzah Rp17,2 Miliar di Pemkot Palembang
BPAN-LAI Sumsel Minta Klarifikasi Pengadaan Meja dan Kursi Rp107,27 Miliar di Disdik Kota Palembang
Indeks Berita