Polisi tegaskan tak libatkan ormas saat amankan demo 27 Agustus

Polisi tegaskan tak libatkan ormas saat amankan demo 27 Agustus
Foto: Demo rusuh 27 Agustus 2026. (Ist)
PERISTIWA
Rabu, 02 Sep 2026  21:31

Keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) menjadi sorotan, setelah kerusuhan yang terjadi usai aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menjelaskan, pihaknya tidak melakukan koordinasi dengan ormas dalam pengamanan aksi tersebut.

Pengamanan dilakukan dengan berkoordinasi bersama TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pengamanan dalam (Pamdal) Gedung DPR/MPR.

“Saya sampaikan ya, Polda Metro Jaya mengajukan permohonan TNI kepada Kodam Jaya, kepada Pemprov DKI melalui Dinkes, Dishub, Satpol PP, serta kita mengajukan Pamdal DPR,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Budi menjelaskan peran ormas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017.

“Jadi ada ketentuan yang menjelaskan bahwa peran serta dalam upaya memelihara Kamtibmas, ada peran sertanya, tetapi tidak boleh melampaui kewenangan kepolisian,” ujar dia.

“Batasan dan larangan ormas diatur dalam Pasal 59 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017, serta ada sanksi hukum administratif dan pidana. Jadi di dalam Undang-Undang 16 Tahun 2017 itu sudah diatur tentang ketentuan itu,” sambungnya.

Penjelasan GRIB Jaya

Sebelumnya, organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya mengonfirmasi terjun ke lokasi demonstrasi pada 27 Agustus yang berujung ricuh.

Namun, anggota GRIB Jaya mengaku hanya berada di dalam jalan tol yang saat itu ditutup sementara.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) GRIB Jaya, Zulfikar, mengatakan kehadiran pihaknya di lokasi demonstrasi yang berakhir ricuh bertujuan menghalau massa agar tidak meluas ke berbagai kawasan di sekitar Gedung DPR pada Kamis (27/8/2026).

“Jadi kami terpanggil, kami keluar dari kantor bukan mau perang dan menghantam mereka, kami datang ingin menghalau dan mengajak mereka pulang,” kata Zulfikar dalam, Selasa (1/9/2026).

Zulfikar menambahkan, jumlah massa GRIB Jaya yang terjun ke lokasi demo mencapai ratusan orang. Mereka membawa bambu untuk menghalau massa yang mulai ricuh.

“Kami di dalam tol, tidak keluar dari tol. Sekitar lima truk dan tiga mobil pribadi. Kami sambil menertibkan, kami niat datang ke lokasi kerusuhan bukan untuk perang dengan mereka,” ujarnya.

TAG:
#demo 27 agustus
#polda metro
Berita Terkait
Dibakar efek bentrok dengan massa demo, 5 truk ormas GRIB dievakuasi
Dibakar efek bentrok dengan massa demo, 5 truk ormas GRIB dievakuasi
Dibakar efek bentrok dengan massa demo, 5 truk ormas GRIB dievakuasi
Dibakar efek bentrok dengan massa demo, 5 truk ormas GRIB dievakuasi
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Hj. Trisyulwati Ivonne Makaminan: Warga Girian Indah Butuh Rasa Aman, Bukan Hanya Janji - Tindak Sekarang Juga
Polda Sumsel Masifkan Pencegahan Karhutla, 189 Patroli Digelar di Wilayah Rawan
Riset Kamseltibcarlantas Berbasis Edukasi dan Kemitraan, Polda Sumsel Dorong Keamanan Transportasi Berkelanjutan
Sekretaris Rajawali Purwakarta: Jangan Biarkan Revitalisasi Sekolah Hanya Menjadi Kegiatan Di Atas Kertas Saja
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Indeks Berita