Motif mutilasi di Depok terungkap, Polisi buru penadah motor korban

Polisi mengungkap motif Saepul dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban, Kunaefi di Depok, Jawa Barat.
Tersangka diduga menghabisi nyawa korban untuk menguasai sepeda motor dan barang berharga miliknya.
Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini masih memburu pihak yang diduga membeli atau menampung sepeda motor milik korban.
Polisi juga terus mendalami rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.
Katimsus 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel mengatakan, hasil penyidikan sementara menunjukkan Saepul diduga membunuh Kunaefi dengan motif menguasai harta benda korban.
"Dari hasil penyidikan, Saepul diduga menghabisi nyawa korban karena ingin menguasai sepeda motor dan barang berharga milik Kunaefi," ujar Ipda Breggy di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (8/8/2026).
Kasus tersebut bermula ketika korban dan tersangka berkenalan melalui sebuah aplikasi kencan. Keduanya kemudian bertemu di rumah kontrakan milik korban di kawasan Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.
Saat berada di lokasi, tersangka yang disebut tertarik kepada korban diduga mengajak melakukan hubungan sesama jenis. Namun, ajakan tersebut ditolak oleh Kunaefi.
Penolakan itu diduga memicu emosi Saepul. Tersangka kemudian mengambil sebilah pisau dan menusukkannya ke tubuh korban hingga Kunaefi meninggal dunia.
Setelah korban tewas, Saepul diduga berupaya menghilangkan jejak dengan memotong tubuh korban menjadi dua bagian. Potongan tubuh tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibuang oleh tersangka.
Saepul juga diduga membawa kabur sepeda motor dan telepon seluler milik Kunaefi.
Polisi kini masih menelusuri keberadaan sepeda motor tersebut serta pihak yang diduga membeli atau menampungnya.












