Tragedi main hakim sendiri di Tabanan Bali: Murahnya nyawa di depan hukum jalanan

Tragedi main hakim sendiri di Tabanan Bali: Murahnya nyawa di depan hukum jalanan
Foto: Pihak Keluarga korban meratapi dampak fatal dari aksi main hakim sendiri yang dipicu oleh emosi sesaat terkait dugaan pencurian ayam. ( FOTO: Dok IG istimewa)
HUKUM
Senin, 27 Jul 2026  01:04

Tindakan main hakim sendiri tidak pernah menyelesaikan masalah dan hanya memindahkan kesalahan dengan melahirkan korban baru yang tak bersalah.

Jeritan parau seorang anak perempuan berusia tujuh tahun memecah saat jenasah bapaknya hadir di kediaman. Di antara deretan pelayat yang tertunduk bisu, tubuh mungilnya gemetar hebat.

Dua pasang tangan dewasa berusaha keras menopangnya agar tak runtuh ke tanah, saat kedua tangan kecilnya menggapai keranda yang membawa sang ayah menuju peristirahatan terakhir.

"Bapak... Bapak balik, Pak..." teriaknya histeris dengan hentakan kaki yang putus asa.

Panggilan itu berulang kali melayang ke udara, namun tak ada lagi jawaban dari sosok pendamping hidupnya.

Bocah yang baru duduk di kelas 1 sekolah dasar itu adalah putri bungsu dari KD. Di usianya yang masih amat belia, ia harus menelan kenyataan pahit: sang ayah tewas mengenaskan setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat, 24 Juli 2026 dini hari.

Malam nahas itu bermula ketika KD diduga tertangkap tangan hendak mengambil seekor ayam aduan milik warga sekitar pukul 01.30 WITA.

Amarah kolektif warga meluap tanpa kendali. Amuk massa tak hanya merenggut nyawa KD, tetapi juga membakar sepeda motor yang dikendarainya hingga hangus tak berbentuk.

Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, tak mampu menyembunyikan rasa duka sekaligus keprihatinannya saat melayat. KD meninggalkan tiga anak: si sulung yang telah berkeluarga, anak kedua yang masih berseragam SMA, dan si bungsu yang kini kehilangan pilar kasih sayangnya.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," ujar Sutama lirih.

Ia menegaskan, dugaan tindak pidana seharusnya diproses melalui koridor hukum yang sah, bukan diselesaikan dengan kebrutalan jalanan.

Rekaman video yang memperlihatkan derita si kecil dengan cepat menjalar di media sosial, memantik simpati publik di seluruh negeri.

Gelombang empati terus berdatangan, termasuk dari figur publik seperti Luna Maya dan Deddy Corbuzier yang menyampaikan duka mendalam di kolom komentar Instagram, dengan menyatakan keinginan mereka untuk menemui anak tersebut secara langsung.

Kini, ketika riuh aksi main hakim sendiri itu telah usai dan amarah warga padam, yang tersisa hanyalah luka menganga bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi nurani publik tentang betapa murahnya harga sebuah nyawa ketika rasa kemanusiaan kalah oleh amuk massa

TAG:
#tabanan
#bali
#penganiayaan
#pencurian
#main hakim sendiri
Berita Terkait
Tangis pilu anak terduga pencuri ayam yang dihakimi massa di Tabanan, Bali
Tangis pilu anak terduga pencuri ayam yang dihakimi massa di Tabanan, Bali
Tangis pilu anak terduga pencuri ayam yang dihakimi massa di Tabanan, Bali
Tangis pilu anak terduga pencuri ayam yang dihakimi massa di Tabanan, Bali
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Hadiri pernikahan anak Boy Thohir, Prabowo duduk di sebelah Jokowi
Misteri kematian penjaga rumah eks Jampidsus Febrie, busa di mulut Sutrimo jadi petunjuk awal
Diduga aniaya staf, Ketua DPRD Bone dari Gerindra dilaporkan ke Polisi. CCTV tiba-tiba rusak
Insiden Keracunan MBG Di Lampung Kian Mengkhawatirkan, MAUNG Minta Audit Menyeluruh
Situasi sudah kondusif, bentrokan maut di Menteng dipicu geber motor
Indeks Berita