Diduga Sengaja Biarkan Plafon dan Seng Hancur demi Anggaran Rehabilitasi, Kepsek SMPN 4 Tambusai Utara Jadi Sorotan

TAMBUSAI UTARA – Kondisi bangunan SMPN 4 Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, yang kian memprihatinkan kini menuai kontroversi.
Bukan karena faktor usia bangunan, kerusakan sarana sekolah tersebut diduga kuat merupakan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak manajemen sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 4 Tambusai Utara, Fransiska Farida, secara mengejutkan diduga mengaku sengaja membiarkan kondisi fisik sekolah hancur.

Langkah ini ditengarai dilakukan demi memuluskan jalan agar sekolah mendapatkan kucuran dana rehabilitasi atau tahap refit bangunan dari pemerintah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan yang terjadi terlihat cukup spesifik pada bagian plafon dan atap seng.
Jika biasanya kerusakan sekolah terjadi akibat material yang lapuk dimakan usia, kondisi di SMPN 4 ini justru menunjukkan kejanggalan.
Kerusakan tampak seperti dipaksakan dan dibiarkan tanpa ada upaya perawatan rutin.
"Kerusakan pada plafon dan seng ini bukan karena lapuk, tapi diduga sengaja dirusak atau dibiarkan hancur supaya terlihat layak mendapatkan bantuan renovasi," ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan skandal ini memicu keprihatinan terkait integritas pengelolaan fasilitas pendidikan.
Alih-alih merawat aset negara untuk kenyamanan belajar siswa, kondisi bangunan justru dijadikan alat untukmenarik anggaran proyek.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan wali murid mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan audit fisik dan investigasi mendalam.
Jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam merusak aset sekolah demi kepentingan anggaran, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai tindakan yang merugikan negara dan mengancam keselamatan para siswa di bawah atap yang sengaja dibiarkan rusak tersebut.












