Pesawat pecah ban di Makassar, ini kata Garuda Indonesia

Garuda Indonesia buka suara terkait pesawat Boeing 737-800NG mengalami kendala pada salah satu roda pendaratan saat terbang dari Jakarta menuju Makassar, Kamis (3/9/2026).
Maskapai memastikan pesawat tersebut mendarat dengan aman dan seluruh penumpang serta awak pesawat dalam kondisi selamat.
Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah mengatakan pesawat dengan nomor registrasi PK-GFS itu mendarat secara aman dan normal di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Bandara tersebut merupakan titik transit terjadwal dalam penerbangan tersebut.
"Seluruh penumpang dan awak pesawat berada dalam kondisi selamat," kata Dicky Irchamsyah dikutip dari Antara, Kamis (3/9/2026).
Pesawat Boeing 737-800NG tersebut berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 05.30 WIB.
Dalam penerbangan menuju Makassar, awak pesawat mengidentifikasi adanya indikasi kendala teknis pada salah satu roda pendaratan.
Awak pesawat kemudian segera menjalankan langkah mitigasi dan melakukan koordinasi operasional sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang berlaku.
Pesawat akhirnya mendarat secara aman dan terkendali di Makassar pada pukul 09.27 Wita.
Sebelum keberangkatan, pesawat telah menjalani pemeriksaan sesuai prosedur dan dinyatakan laik terbang.
Setelah mendarat, Garuda Indonesia melakukan pemeriksaan teknis lanjutan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan kelaikudaraan terpenuhi.
Untuk memastikan perjalanan penumpang tetap dapat dilanjutkan, Garuda Indonesia menyiapkan pesawat pengganti untuk penerbangan rute Makassar-Kendari.
Penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat pada pukul 19.45 Wita dan tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, pada pukul 20.55 Wita.
Dicky mengatakan Garuda Indonesia juga telah memberikan service recovery kepada seluruh penumpang terdampak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Maskapai juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasional Garuda Indonesia," tutupnya.












