Melalui jalur laut, 27 Ton bantuan logistik disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh

Melalui jalur laut, 27 Ton bantuan logistik disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh
Foto: BNPB menyalurkan 27 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di lima wilayah Aceh. Bantuan tersebut disalurkan melalui jalur laut. Foto/Dok BNPB
PERISTIWA
Minggu, 30 Nov 2025  18:45

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan 27 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di lima wilayah Aceh.

Bantuan tersebut disalurkan melalui jalur laut.

"Hari ini, Minggu (30/11) bantuan logistik dan peralatan dikirimkan melalui jalur laut. Bantuan ini diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lhueu di Banda Aceh dengan menggunakan Kapal Express Bahari," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Dia menjelaskan, bantuan yang dikirimkan melalui jalur laut ini akan menjangkau lima wilayah yakni Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.

"Total bantuan seberat 27 ton ini akan berhenti di dua lokasi yakni Pelabuhan Krengkuku untuk menjangkau wilayah Aceh Utara, Lhouksumawe serta Pelabuhan Kuala Langsa untuk menjangkau Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang," ujarnya.

Logistik yang dibawa ke Pelabuhan Krengkuku pada tahap awal terdiri atas tenda 5 set, genset 1 unit, Starlink 1 unit, perahu 1 unit, makanan siap saji 50 dus, hygiene kit 33 paket, baby kit 5 paket, popok anak 8 karton, pembalut wanita 10 karton, susu 50 pak, minyak goreng 5 dus, kelambu 2 karung, terpal 3 karung, tenda family 3 set, velbed 3 karung, wafer 5 dus, biskuit 1 dus, makanan ringan 3 dus, beras 5 karung, dan air mineral 100 karton.

Logistik yang dibawa ke Pelabuhan Kuala Langsa pada tahap awal antara lain terdiri dari tenda 5 set, perahu 3 unit, makanan siap saji 50 dus, hygiene kit 33 paket, baby kit 5 paket, popok anak 8 karton, pembalut wanita 10 karton. Selain itu, ada pula minyak goreng, kelambu, terpal, beras, dan makanan ringan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Pelabuhan Krueng Geukueh di Kabupaten Aceh Utara menjadi titik distribusi bantuan logistik untuk korban banjir pada sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

"Pelabuhan Krueng Geukueh dimanfaatkan menjadi lokasi pendistribusian bantuan untuk korban banjir," kata Mendagri Tito Karnavian di sela-sela meninjau Pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara, Minggu.

Untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe hanya bisa didiskusikan melalui laut, karena ada beberapa jembatan di Kabupaten Bireuen terputus akibat banjir.

"Sedangkan distribusi logistik untuk korban banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dapat dipasok melalui jalur darat. Jadi, saya berharap Pelabuhan Krueng Geukueh dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk penanganan banjir di wilayah ini," kata Mendagri.

Mendagri menyebutkan distribusi logistik untuk sejumlah wilayah banjir di Aceh tidak bisa dilakukan melalui darat, karena banyak ruas jalan terputus akibat banjir.

Sebelumnya, BNPB mencatat 316 korban yang meninggal dunia, terdiri dari 172 orang jiwa di Sumatera Utara, 90 jiwa di Sumatera Barat, dan 54 jiwa di Aceh.

Korban yang hilang hingga hari ini mencapai 289 jiwa. Rinciannya, di Sumatera Utara 147 orang, Aceh 55 orang, dan Sumatera Barat 87 orang.

TAG:
#bantuan logistik
#banjir
#longsor
#aceh
#bnpb
#mendagri
Berita Terkait
Bencana Aceh-Sumut-Sumbar: 316 orang meninggal, butuh 3-4 hari tembus daerah terisolir
Bencana Aceh-Sumut-Sumbar: 316 orang meninggal, butuh 3-4 hari tembus daerah terisolir
Bencana Aceh-Sumut-Sumbar: 316 orang meninggal, butuh 3-4 hari tembus daerah terisolir
Bencana Aceh-Sumut-Sumbar: 316 orang meninggal, butuh 3-4 hari tembus daerah terisolir
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Proyek Peningkatan Jalan Trans Sabbang Tallang Sae di Seko Disorot, Material Yang Digunakan Diduga Ilegal
Indeks Berita