Korban bawa istri yang hamil besar, ini kronologi aksi brutal mata elang di Depok

Korban bawa istri yang hamil besar, ini kronologi aksi brutal mata elang di Depok
Foto: Polres Metro Depok menetapkan dua debt collector sebagai tersangka kasus penghadangan dan perampasan STNK mobil di Jalan Juanda, Depok. Aksi brutal yang sempat viral ini juga disertai penganiayaan terhadap korban, 14 Desember 2025.
HUKUM
Minggu, 14 Des 2025  18:22

Aksi brutal pengadangan dan perampasan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) oleh penagih utang atau mata elang atau debt collector di Jalan Juanda, Sukmajaya, Depok, yang viral, kini membuahkan hasil. 

Peristiwa premanisme di jalan umum ini terjadi saat korban tengah membawa istri yang hamil besar.

Polres Metro Depok telah menetapkan dua pelaku berinisial BE dan DP sebagai tersangka tindak pidana perampasan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Depok Kompol Made Oka menjelaskan, penetapan tersangka didasarkan pada alat bukti yang kuat dan keterangan saksi.

Aksi premanisme ini terjadi pada Sabtu (13/12/2025). Kompol Made Oka menceritakan bahwa korban, yang saat itu mengemudikan mobil pinjaman dari rekannya, diadang secara paksa oleh BE dan DP.

"Dapat kami ceritakan terlebih dahulu, yang mengendarai mobil ini adalah teman yang meminjam mobil dengan membawa keluarganya yang kebetulan juga istrinya yang hamil, hamil besar," ujar Made Oka, Minggu (14/12/2025).

Di tengah jalan umum, para tersangka diduga kuat melakukan kekerasan fisik dan merampas STNK korban.

Hasil penelusuran polisi membenarkan bahwa mobil tersebut memang masih dalam masa angsuran (kredit).

Kompol Made Oka menegaskan, meskipun kedua tersangka bekerja sebagai debt collector dan status mobil masih kredit, hal tersebut sama sekali tidak membenarkan tindakan kekerasan, perampasan, atau penarikan paksa di jalan.

"Terlepas dari status kendaraan, tindakan para tersangka sudah memenuhi unsur tindak pidana karena melakukan perampasan dan pemukulan," tegasnya.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal terkait dan telah diamankan di kediaman masing-masing untuk menjalani proses penyidikan.

Polres Metro Depok mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada kepolisian apabila menghadapi situasi serupa, dan berkomitmen menindak tegas segala bentuk premanisme.

TAG:
#mata elang
#debt collector
#penganiayaan
#pengeroyokan
#depok
Berita Terkait
Fakta-fakta kerusuhan di TMP Kalibata: debt collector tewas hingga pembakaran
Fakta-fakta kerusuhan di TMP Kalibata: debt collector tewas hingga pembakaran
Fakta-fakta kerusuhan di TMP Kalibata: debt collector tewas hingga pembakaran
Fakta-fakta kerusuhan di TMP Kalibata: debt collector tewas hingga pembakaran
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Misteri kematian Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsus, keluarga resmi laporkan ke Polisi
Ini motif dan kronologi pembunuhan bos konter Ambarawa
Kebakaran Gunung Gede Pangrango, petugas dan relawan terus siaga
Reuni Akbar SD Erlxiao Palembang: Ajang Silaturahmi Lintas Kota & Bentuk Terima Kasih pada Para Guru
Mengenal Dody Chen yang lebih disapa Koko DC  : MC Legend Multitalenta Asal Palembang dengan Pengalaman 20 Tahun dan Skill Tiga Bahasa
Indeks Berita