Kopaja yang disewa tak datang, ratusan mahasiswa UI naik angkot ke Bundaran HI untuk demo

Sekitar 600 hingga 700 mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, untuk mengikuti aksi unjuk rasa pada Selasa (18/8/2026).
Mengenakan pakaian hitam dan jaket almamater kuning, para mahasiswa berangkat dari Kampus UI, Depok, dengan menggunakan sekitar 50 angkutan kota (angkot).
Penggunaan angkot tersebut dilakukan secara mendadak setelah 24 Kopaja yang sebelumnya telah disewa tidak kunjung datang ke titik penjemputan di Lapangan FISIP UI.
Kondisi tersebut membuat mahasiswa harus mencari alternatif transportasi agar tetap dapat menuju lokasi aksi di Jakarta.
Sekitar 50 angkot kemudian disewa untuk mengangkut massa mahasiswa secara berkelompok.
Perjalanan menuju Bundaran HI sempat menghadapi kendala. Beberapa angkot yang membawa mahasiswa dilaporkan mengalami mogok saat melintas di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Meski demikian, gangguan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah kendaraan kembali dapat beroperasi, rombongan mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI untuk bergabung dengan peserta aksi dari sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Sepanjang perjalanan, mahasiswa tetap membawa berbagai atribut aksi, seperti spanduk dan poster.
Mereka juga terlihat menjaga rombongan agar tetap bersama meskipun harus menggunakan kendaraan yang disewa secara mendadak.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa UI berencana menyampaikan delapan tuntutan yang berkaitan dengan sejumlah persoalan nasional.
Di antara tuntutan tersebut adalah penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), penolakan terhadap program makan bergizi gratis (MBG), serta sorotan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih.
Aksi mahasiswa tersebut digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia. Massa UI akan menyampaikan aspirasi bersama mahasiswa dari berbagai kampus lainnya yang berkumpul di kawasan Bundaran HI.












