Tertidur hampir 12.000 Tahun, gunung berapi purba tiba-tiba meletus dahsyat

Tertidur hampir 12.000 Tahun, gunung berapi purba tiba-tiba meletus dahsyat
Foto: Gunung berapi Hayli Gubbi di Ethiopia yang tertidur hampir 12.000 tahun tiba-tiba meletus. Penduduk setempat menggambarkannya seperti bom yang tiba-tiba dilempar ke langit. (Foto/X @Fundji3)
INTERNASIONAL
Selasa, 25 Nov 2025  09:29

Sebuah gunung berapi di wilayah timur laut Ethiopia meletus untuk pertama kalinya setelah "tertidur" hampir 12.000 tahun.

Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC) mengatakan letusan itu mengirimkan gumpalan asap tebal hingga sembilan mil ke langit.

Gunung berapi Hayli Gubbi, yang terletak di wilayah Afar, Ethiopia, sekitar 800 mil timur laut Addis Ababa dekat perbatasan Eritrea, meletus pada hari Minggu selama beberapa jam.

Gunung berapi ini, yang menjulang setinggi sekitar 450 meter, berada di dalam Lembah Rift, zona aktivitas geologis yang intens di mana dua lempeng tektonik bertemu.

Menurut VAAC, awan abu dari gunung berapi tersebut melayang di atas Yaman, Oman, India, dan Pakistan utara.

Simon Carn, seorang ahli vulkanologi dan profesor di Universitas Teknologi Michigan, mengonfirmasi di Bluesky bahwa awan abu tersebut menyebar cepat ke arah timur dalam aliran jet subtropis, melintasi Laut Arab menuju India Barat Laut dan Pakistan.

Dalam video yang dibagikan di media sosial, kepulan asap putih tebal terlihat mengepul.

Pihak The Smithsonian Institution`s Global Volcanism Program menyatakan bahwa Hayli Gubbi tidak pernah mengalami letusan selama Holosen, yang dimulai sekitar 12.000 tahun yang lalu di akhir Zaman Es terakhir.

Carn mengonfirmasi di Bluesky bahwa Hayli Gubbi tidak memiliki catatan letusan Holosen.

Seorang pejabat lokal, Mohammed Seid, mengatakan tidak ada korban jiwa, tetapi letusan tersebut dapat berdampak ekonomi bagi komunitas peternak setempat.

Seid mengatakan kepada The Associated Press, Selasa (25/11/2025), bahwa tidak ada catatan letusan gunung berapi Hayli Gubbi sebelumnya, dan dia mengkhawatirkan mata pencaharian penduduk.

"Meskipun sejauh ini tidak ada korban jiwa dan ternak yang hilang, banyak desa tertutup abu dan akibatnya ternak mereka kekurangan makanan," katanya.

Wilayah Afar rawan gempa bumi dan seorang penduduk, Ahmed Abdela, mengatakan kepada AP bahwa dia mendengar suara keras dan apa yang dia gambarkan sebagai gelombang kejut.

"Rasanya seperti bom yang tiba-tiba dilempar bersama asap dan abu," katanya.

Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse di Prancis juga melaporkan letusan tersebut, yang terpantau melalui citra satelit.

TAG:
#gunung berapi
#ethiopia
#erupsi
#afrika
Berita Terkait
Gibran hadir di dua sesi utama KTT G20, Indonesia tekankan pentingnya transformasi digital
Gibran hadir di dua sesi utama KTT G20, Indonesia tekankan pentingnya transformasi digital
Gibran hadir di dua sesi utama KTT G20, Indonesia tekankan pentingnya transformasi digital
Gibran hadir di dua sesi utama KTT G20, Indonesia tekankan pentingnya transformasi digital
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Pemdes Upang Makmur Salurkan BLT Dana Desa (DD) Tahap Pertama untuk Lansia
TNI Hadir Untuk Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda Memasuki Proses Perakitan Besi WF
Imigrasi Klaim Dokumen Lengkap, Keberadaan TKA China di PLTSa Kramasan Tetap Jadi Sorotan
Polda Sumsel Percepat Identifikasi Korban Kecelakaan Maut di Posko DVI Palembang
LKS SMK Swasta Palembang 2026 Sukses Digelar, Bibit Unggul Disiapkan ke Level Nasional
Indeks Berita