Waspada cuaca ekstrem di Jawa! Siklon tropis langka mengancam hingga Februari

Waspada cuaca ekstrem di Jawa! Siklon tropis langka mengancam hingga Februari
Foto: Ilustrasi.
PERISTIWA
Senin, 01 Des 2025  20:44

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman bibit siklon tropis yang berpotensi terjadi hingga Februari 2026.

Fenomena yang memicu  cuaca ekstrem ini dikhawatirkan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang hingga tanah longsor.

Faisal menjelaskan bahwa siklon yang terbentuk di dekat garis khatulistiwa merupakan fenomena langka bagi negara tropis seperti Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh efek Coriolis yang biasanya membelokkan angin menjauhi ekuator.

"Siklon itu lazimnya tidak terjadi pada area ekuator ya, kira-kira kurang dari 5 derajat Lintang Utara atau Lintang Selatan karena ada efek Coriolis," ujarnya kepada wartawan di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Tragedi Aceh 2001

Meski langka, Faisal menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan tidak mungkin terjadi di Tanah Air. Ia mencontohkan badai yang pernah menerjang wilayah Aceh pada 2001 silam.

Kala itu, Indonesia menjadi negara dengan dampak terparah. Kejadian tersebut mencatatkan sejarah kelam dengan total korban mencapai 528 orang akibat banjir dan badai yang menyertainya.

Berdasarkan analisis data terkini, BMKG memprediksi potensi pembentukan bibit siklon ini akan mengancam wilayah perairan selatan Jawa.

Tanda-tandanya telah terdeteksi sejak November lalu dan diperkirakan bertahan hingga tiga bulan ke depan.

"Kita waspadai bahwa bagian selatan Pulau Jawa, nanti bulan Desember, Januari hingga Februari. Ketika puncak musim hujan nanti Januari-Februari, itu ada potensi di bagian selatan," ucap Faisal.

Menyikapi potensi ancaman ini, Faisal meminta masyarakat dan pemerintah daerah (emda) untuk meningkatkan kewaspadaan. BMKG berkomitmen akan menyampaikan perkembangan informasi cuaca secara berkala kepada publik.

Faisal menekankan pentingnya langkah mitigasi dini dari pemangku kebijakan di daerah rawan bencana.

"Dari pemerintah daerah untuk mengambil tindakan penyiapan, misalnya logistik, kemudian kesiapan SAR, transportasi, hingga pembersihan jalur-jalur drainase," pungkasnya.

TAG:
#siklon tropis
#cuaca ekstrem
#jawa
#bmkg
Berita Terkait
Kapolri akan tinjau bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar sore ini
Kapolri akan tinjau bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar sore ini
Kapolri akan tinjau bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar sore ini
Kapolri akan tinjau bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar sore ini
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Pemasangan Besi WF Hampir Selesai, Pembangunan Jembatan Terus Dikebut
Aktivitas Nelayan Lumpuh Akibat BBM Mahal, DPC Maung Kubu Raya Desak Pemda Tangani Serius
​Kontraktor harus berkomitmen dan kredibel dalam menangani pekerjaan proyek yang di kerjakannya
Dinas Pendidikan dan Gubernur Sumsel Apresiasi Pentas Kreativitas SMK Penerbangan Sriwijaya, Tampilkan Talenta Taruna di Bidang Seni dan Prestasi
Dijanjikan Ribuan Foodtray MBG Impor, Pengusaha Kayu Agung Malah Rugi Rp500 Juta
Indeks Berita