Tangis pilu anak terduga pencuri ayam yang dihakimi massa di Tabanan, Bali

Tangis pilu anak terduga pencuri ayam yang dihakimi massa di Tabanan, Bali
Foto: Bocah kelas 1 SD anak terduga pencuri ayam yang tewas dimassa menangisi jenazah ayahnya di rumah duka. (Tangkapan layar Instagram)
HUKUM
Minggu, 26 Jul 2026  11:23

Perbekel Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, menyayangkan peristiwa yang menewaskan salah seorang warganya, KD, setelah diduga mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Menurutnya, apa pun dugaan pelanggaran yang dilakukan seseorang, penyelesaiannya semestinya ditempuh melalui jalur hukum.
Sutama mengungkapkan pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian KD.

Meski demikian, ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan yang melampaui hukum.

"Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," kata Sutama saat dihubungi detikBali, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Sutama, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menegaskan aparat penegak hukum memiliki kewenangan untuk menangani dan memutuskan perkara pidana.

Menurut Sutama, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menegaskan aparat penegak hukum memiliki kewenangan untuk menangani dan memutuskan perkara pidana.

"Negara kita negara hukum. Biarkan aparat yang berwenang yang menangani. Jangan sampai sesama masyarakat saling bunuh hanya karena persoalan seperti ini," ujarnya.

Sutama mengaku turut merasakan duka yang dialami keluarga korban. KD meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Dua di antaranya masih bersekolah, yakni duduk di bangku kelas 1 SMA dan kelas 1 SD.

"Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkapnya.

Momen pilu putri bungsu KD menangisi jenazah ayahnya itu juga viral di media sosial. Tampak, bocah perempuan itu berada di antara kerumunan orang-orang memanggil-manggil ayahnya yang sudah tidak bernyawa sambil menangis.

Sutama juga menyebut keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Sebelumnya diberitakan, KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan warga seusai tepergok diduga mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Dalam peristiwa itu, sepeda motor yang digunakan KD juga dilaporkan dibakar oleh warga. Polisi masih menangani dan menyelidiki rangkaian kejadian tersebut.

TAG:
#tabanan
#bali
#penganiayaan
#pencurian
#main hakim sendiri
Berita Terkait
Tiga Anggota TNI Diduga Aniaya Warga Buleleng hingga Tewas
Tiga Anggota TNI Diduga Aniaya Warga Buleleng hingga Tewas
Tiga Anggota TNI Diduga Aniaya Warga Buleleng hingga Tewas
Tiga Anggota TNI Diduga Aniaya Warga Buleleng hingga Tewas
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Berawal dari warung nasi uduk, bentrokan warga di Menteng makan korban 1 tewas
Tragedi main hakim sendiri di Tabanan Bali, Bupati minta masyarakat hormati proses hukum
Sebelum meninggal, Jubir Otorita IKN Troy Pantouw sibuk persiapkan HUT ke-81 RI
Kasus OTT Bupati Rejang Lebong menjalar ke Pemkot Bengkulu
Bongkar permainan kotor Febrie Adriansyah, Susno Duaji: Sudah dipantau sejak lama
Indeks Berita