Videonya viral, Polisi Malaysia tangkap 4 pelaku penganiaya ART Indonesia

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia di Malaysia memasuki babak baru.
Kepolisian Johor Bahru mengonfirmasi menangkap empat warga Malaysia yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap korban.
Penangkapan dilakukan setelah beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang perempuan warga negara Indonesia diduga menjadi korban pemukulan saat menjalankan pekerjaannya sebagai ART di Johor Bahru, Malaysia.
Dalam video yang beredar di berbagai platform media sosial, korban tampak diinterogasi dan mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh empat orang. Narasi yang berkembang menyebut para pelaku merupakan majikan korban.
Keempat terduga pelaku terdiri atas dua pria dan dua wanita. Mereka diduga melakukan pemukulan secara bergantian terhadap korban dalam sebuah insiden yang kemudian memicu kecaman publik di Indonesia maupun Malaysia.
Kepolisian Johor dalam konferensi pers menyatakan saat ini empat orang yang diduga terlibat telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut pihak kepolisian, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Juli 2025. Namun, video yang merekam dugaan penganiayaan itu baru tersebar luas dan menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Polisi masih mendalami motif di balik dugaan kekerasan tersebut. Selain itu, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya korban lain dalam kasus serupa.
"Kami masih menyelidiki motif kejadian tersebut serta kemungkinan adanya tindak kekerasan serupa terhadap dua asisten rumah tangga lainnya yang juga berasal dari Indonesia," demikian keterangan Kepolisian Johor dikutip dari Antara, Senin (15/6/2026).
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, korban yang terlihat dalam video viral saat ini berada dalam kondisi aman dan tinggal sementara di kediaman rekannya.
KJRI Johor Bahru telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian Malaysia untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di Malaysia terus memantau perkembangan penyelidikan dan memastikan korban mendapatkan pendampingan yang diperlukan.











