Banjir di Pandeglang Banten, 11 desa terendam dan ribuan warga terdampak

Banjir di Pandeglang Banten, 11 desa terendam dan ribuan warga terdampak
 
DAERAH
Jumat, 19 Des 2025  20:59

Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Ketinggian air di beberapa titik bahkan dilaporkan mencapai hingga satu meter lebih, merendam rumah warga dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, banjir tercatat berdampak pada 11 desa di 7 kecamatan, dengan jumlah korban terdampak mencapai 747 kepala keluarga (KK) atau 2.988 jiwa.

Banjir menggenangi permukiman warga di Desa Idaman, Kecamatan Patia, pada Jumat siang. Air tampak merendam rumah-rumah warga hingga hampir setinggi dua meter. Hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir membuat debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman.

Salah seorang warga terdampak, Surmi, mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi sejak Kamis (18/12/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga Jumat (19/12/2025) siang, ketinggian air terus bertambah dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

"Banjirnya dari kemarin jam empat sore. Sampai sekarang air masih besar, bahkan masih naik. Hujannya juga sudah hampir seminggu," ujar Surmi kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

Ia menyebutkan, ketinggian air yang menggenangi rumahnya telah melebihi satu meter. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terdampak banjir.

"Paling kami ngungsi ke rumah tetangga yang tidak kerendam, nginep di sana," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana menjelaskan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan sejumlah sungai meluap. Adapun kecamatan yang terdampak meliputi Patia, Pagelaran, Saketi, Cisata, Carita, Labuan, dan Jiput.

"Hujan dengan intensitas tinggi membuat beberapa aliran sungai meluap dan merendam wilayah di tujuh kecamatan. Total ada 747 KK atau sekitar 2.988 jiwa yang terdampak," kata Nana.

BPBD-PK Pandeglang, lanjut Nana, telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah titik terdampak banjir. Selain itu, BPBD juga menyiagakan perahu bermotor di lokasi rawan untuk membantu evakuasi warga apabila kondisi memburuk.

"Kami menurunkan tim di beberapa titik dan menyiapkan dua unit perahu bermotor dengan kapasitas mesin besar di sekitar sungai," ujarnya.

BPBD-PK Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat hingga kini intensitas curah hujan masih tergolong tinggi. Warga diminta berhati-hati dan segera melapor kepada petugas jika kondisi banjir semakin membahayakan.

"Cuaca masih ekstrem. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, berhati-hati, dan tidak lengah," pungkas Nana.

TAG:
#pandeglang
#banjir
#banten
Berita Terkait
Pengedar tramadol dan hexymer di Pandeglang dibekuk polisi
Pengedar tramadol dan hexymer di Pandeglang dibekuk polisi
Pengedar tramadol dan hexymer di Pandeglang dibekuk polisi
Pengedar tramadol dan hexymer di Pandeglang dibekuk polisi
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kejati Sumsel Selamatkan Uang Negara Rp1,2 Triliun, Tiga Tersangka Baru Kasus KUR Mikro Ditahan
Pemdes Upang Makmur Salurkan BLT Dana Desa (DD) Tahap Pertama untuk Lansia
TNI Hadir Untuk Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda Memasuki Proses Perakitan Besi WF
Imigrasi Klaim Dokumen Lengkap, Keberadaan TKA China di PLTSa Kramasan Tetap Jadi Sorotan
Polda Sumsel Percepat Identifikasi Korban Kecelakaan Maut di Posko DVI Palembang
Indeks Berita