Wapres Gibran temui perwakilan mahasiswa pendemo, ini 6 aspirasi yang disampaikan

Sebanyak 15 mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin bertemu dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, perwakilan dari Istana Wakil Presiden mendatangi massa aksi dan menyampaikan bahwa Gibran bersedia menerima aspirasi mahasiswa secara langsung.
Menindaklanjuti hal tersebut, sebanyak 15 mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut berjalan kaki sekitar satu kilometer dari lokasi demonstrasi menuju kompleks Istana Wakil Presiden.
Setibanya di gerbang timur Istana Wapres, para mahasiswa terlebih dahulu menjalani pemeriksaan keamanan sebelum diperkenankan memasuki area istana.
Mahasiswa apresiasi keterbukaan pemerintah
Perwakilan mahasiswa menilai pertemuan dengan Gibran menjadi bentuk keterbukaan pemerintah dalam menerima masukan dan aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari keinginan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung di pusat ibu kota.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan enam poin tuntutan yang menjadi perhatian mereka terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
1. Evaluasi Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Mahasiswa mendesak pemerintah menghentikan sementara serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
2. Tinjau Kembali UU Kepolisian
Mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan peninjauan kembali terhadap Undang-Undang (UU) Kepolisian Republik Indonesia.
3. Tegakkan Supremasi Sipil
Tuntutan berikutnya adalah penghentian praktik militerisme dan penguatan prinsip supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Jaga Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Nasional
Mahasiswa mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
5. Wujudkan Pendidikan yang Inklusif dan Terjangkau
Aspirasi lainnya adalah pemenuhan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.
6. Tinjau Kenaikan Harga BBM
Mahasiswa juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat.










