Utang BGN era Dadan Rp 1,6 Triliun, buat apa saja? 

Utang BGN era Dadan Rp 1,6 Triliun, buat apa saja? 
Foto: Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana
EKONOMI
Jumat, 17 Jul 2026  23:54

Pelaksana harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengatakan BGN masih memiliki tunggakan dari era Dadan Hindayana sebesar Rp 1,6 triliun yang harus dibayarkan kepada pihak ketiga. Apa saja rinciannya?

"Ini adalah rekapitulasi tunggakan-tunggakan yang kami harus selesaikan. Ada belanja bahan Rp 16,1 miliar, ada sertifikasi Rp 111 miliar, jasa konsultan, sewa, honor narasumber," ujar Agustina dalam rapat Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Komponen dalam tunggakan itu ada tagihan pembayaran penyelenggara acara atau event organizer (EO).

Ada pula utang ke Universitas Pertahanan (Unhan) miliaran rupiah, hingga belanja bahan berupa sendok dan lain-lainnya.

"Nah ini mohon maaf kami mungkin masih banyak utang ke tempat lain, jasa lainnya ada EO, publikasi dan sebagainya Rp 330 miliar. Kemudian kami juga masih punya utang ke Unhan Rp 7,3 miliar, perjalanan dinas Rp 684 juta, tunggakan banper (bantuan pemerintah) 100 miliar, belanja modal, dan seterusnya totalnya Rp 1,609 triliun," sambungnya.

Agustina menegaskan, utang-utang yang ditinggalkan Dadan itu akan dilunasi pada tahun 2026 ini.

Hanya saja, Agustina mengakui alokasi anggaran untuk membayar tunggakan tersebut masih diblokir.

"Ini kira-kira nanti tunggakan yang akan kami bayarkan di tahun 2026 yang sementara ini memang alokasi anggarannya masih diblokir. Tetapi beberapa hal yang memang sudah melewati proses reviu dan sudah sesuai dengan ketentuan memang akan segera dibayarkan oleh DJA," imbuh Agustina.

Berikut rincian tunggakan BGN sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp 1,6 triliun.

1. Belanja bahan Rp 16.119.536.548 (seragam, KLB, call center, sendok, dll)

2. Sertifikasi Rp 111.631.740.960 (belanja sertifikasi SPPG)

3. Jasa konsultan Rp 200.000.000

4. Sewa Rp 121.951.599 (sewa kendaraan insidentil)

5. Honor narasumber Rp 812.968.500 (narasumber kegiatan bimtek penjamah makanan)

6. Jasa lainnya Rp 330.447.200.008 (EO, publikasi, dll)

7. Unhan Rp 7.395.240.200 (UH/UT, pengiriman barang)

8. Perjalanan dinas Rp 684.395.463 (tunggakan perjalanan dinas 2025)

9. Tunggakan banper MBG Rp 100.641.825.064 (tunggakan bantuan pemerintah Makan Bergizi Gratis 2025)

10. Belanja modal aset Rp 1.040.990.661.519 (pembangunan dapur APBN).

TAG:
#bgn
#mbg
#dpr ri
Berita Terkait
Pengadaan ribuan motor Kepala SPPG pernah ditolak Menkeu, DPR akan panggil BGN
Pengadaan ribuan motor Kepala SPPG pernah ditolak Menkeu, DPR akan panggil BGN
Pengadaan ribuan motor Kepala SPPG pernah ditolak Menkeu, DPR akan panggil BGN
Pengadaan ribuan motor Kepala SPPG pernah ditolak Menkeu, DPR akan panggil BGN
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polda Sumsel Masifkan Pencegahan Karhutla, 189 Patroli Digelar di Wilayah Rawan
Riset Kamseltibcarlantas Berbasis Edukasi dan Kemitraan, Polda Sumsel Dorong Keamanan Transportasi Berkelanjutan
Sekretaris Rajawali Purwakarta: Jangan Biarkan Revitalisasi Sekolah Hanya Menjadi Kegiatan Di Atas Kertas Saja
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Abaikan Aturan dan Ujian Kompetensi, Penunjukan Camat Gelumbang Muara Enim Picu Ancaman Gugatan PTUN
Indeks Berita