Puluhan Warga Ulak Pianggu dan Keman Baru Setop Alat Berat PT Kelantan Sakti 3, Sengketa Lahan Memanas

Puluhan Warga Ulak Pianggu dan Keman Baru Setop Alat Berat PT Kelantan Sakti 3, Sengketa Lahan Memanas
Foto: Sengketa lahan di kabupaten oki Sumsel
SUMSEL
Rabu, 22 Jul 2026  11:42

Pampangan_AliansiNews.ID

Puluhan warga Desa Ulak Pianggu dan Desa Keman Baru, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menghentikan aktivitas alat berat milik PT Kelantan Sakti 3 yang beroperasi di lahan yang diklaim sebagai milik masyarakat, Senin (20/7/2026).

Aksi tersebut dikoordinatori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIPER RI, Aminro. Warga mempersoalkan aktivitas perusahaan yang dinilai menggarap lahan yang mereka klaim sebagai milik masyarakat, sementara batas antara lahan warga dan area yang dikelola perusahaan belum jelas.

Aminro mengatakan, masyarakat sebelumnya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten OKI dan Dinas Perkebunan. Warga meminta dilakukan pengukuran ulang untuk memastikan tapal batas antara lahan masyarakat dan lahan yang dikelola PT Kelantan Sakti 3.

"Hari ini kami bersama masyarakat menghentikan alat berat yang beroperasi di lahan yang kami yakini merupakan lahan masyarakat. Kami sudah berdiskusi dan melayangkan surat kepada Bupati serta Dinas Perkebunan agar segera dilakukan pengukuran tapal batas antara lahan masyarakat dan lahan PT Kelantan Sakti 3," ujar Aminro.

Menurutnya, lahan yang disengketakan merupakan area persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Ia menyebut warga memiliki dokumen kepemilikan lahan yang dinilai dapat menjadi dasar untuk memperjelas status dan batas lahan tersebut.

"Ini sawah masyarakat, tumpuan hidup mereka. Legalitas sawah kami lengkap dan memiliki surat. Kami berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan melalui pengukuran tapal batas secara jelas," katanya.

Aminro berharap aktivitas alat berat di lahan yang diklaim masyarakat dihentikan sementara guna mencegah terjadinya konflik di lapangan.

"Kami berharap alat berat ini segera dikeluarkan dari lahan masyarakat. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara baik dan melalui jalur yang sesuai," ujarnya.

Suasana sempat memanas ketika alat berat diketahui telah melakukan aktivitas penggarapan di lokasi yang dipersoalkan. Namun, situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah anggota TNI dan pihak kepolisian turun ke lokasi serta memberikan arahan dan penjelasan kepada kedua belah pihak.

Petugas mengimbau masyarakat maupun pihak perusahaan untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara musyawarah. Apabila terdapat perbedaan klaim kepemilikan atau penguasaan lahan, para pihak diharapkan menempuh mekanisme hukum yang berlaku.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKI bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan verifikasi dan pengukuran batas lahan secara objektif. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat maupun perusahaan sekaligus mencegah konflik agraria meluas di kemudian hari. (Subhan)

TAG:
#
Berita Terkait
Wujudkan Keamanan Wilayah, Call Center 110 Polda Sumsel Respons Cepat Temuan Jenazah di Betung
Wujudkan Keamanan Wilayah, Call Center 110 Polda Sumsel Respons Cepat Temuan Jenazah di Betung
Wujudkan Keamanan Wilayah, Call Center 110 Polda Sumsel Respons Cepat Temuan Jenazah di Betung
Wujudkan Keamanan Wilayah, Call Center 110 Polda Sumsel Respons Cepat Temuan Jenazah di Betung
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Wujudkan Ketahanan Energi Nasional, Polda Sumsel Gandeng Pertamina Amankan Distribusi BBM
Diplomasi Kepolisian Berlanjut, Polda Sumsel dan Royal Malaysia Police Perkuat Kerja Sama Strategis
Tegas Berantas Narkoba, Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Bernilai Hampir Rp8 Miliar
Polres Klungkung Ungkap Dugaan Pembunuhan Berencana.
Ini pesan Prabowo saat lantik 1.177 Perwira TNI-Polri
Indeks Berita