Penemuan jasad pria diduga korban mutilasi gegerkan warga Pancoran Mas Depok

Warga yang hendak membakar sebuah karung yang dikira berisi sampah justru dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria dalam kondisi mengenaskan di Lapangan Kavling Depkes, RT 03 RW 17, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (4/8/2026). Korban ditemukan tanpa kedua kaki dan diduga menjadi korban mutilasi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 07.00 WIB saat seorang warga melihat sebuah karung tergeletak di lokasi tersebut ketika melintas.
Karena mengira karung itu hanyalah tumpukan sampah, ia meminta adiknya untuk membakarnya pada sore hari.
Sekitar pukul 15.30 WIB, sang adik membakar karung tersebut. Namun, saat karung dan plastik pembungkus meleleh terkena api, muncul bagian tubuh manusia berupa tangan.
Menyadari temuannya, ia segera melaporkan kejadian itu kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
"Dikirain sampah, setelah dibakar kelihatan badannya. Dari kemarin sudah ada karung di situ dikira sampah, dari tanggal 24 Juli 2026," kata Al Badlu, warga sekitar lokasi penemuan jasad.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian yang datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.
Kondisi korban sangat mengenaskan. Kepala, badan, dan kedua tangan masih utuh, tetapi kedua kaki telah hilang hingga pangkal paha.
Petugas juga menemukan luka sayatan pada bagian leher korban yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan.
Dari hasil pemeriksaan awal, Kasat Reskrim Polres Meteo Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas.
Saat ditemukan, kedua tangan korban dalam kondisi terikat dan jasad dibungkus menggunakan karung serta plastik hitam.
"Ya, dapat kami sampaikan, sebagian tubuh dari korban itu tidak ditemukan di TKP. Namun, kami masih melakukan penyelidikan. Nanti akan dapat kami jawab setelah proses autopsi yang kami lakukan bersama tim dokter forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati," ujarnya.
Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap identitas korban, penyebab pasti kematian, serta memburu pelaku yang diduga terlibat dalam dugaan pembunuhan.
Jasad korban telah dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi lebih lanjut.












