Anomali musim kemarau: Banjir terjang Aceh Utara, 4 jembatan hanyut

Anomali musim kemarau: Banjir terjang Aceh Utara, 4 jembatan hanyut
Foto: BNPB melaporkan banjir terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Aceh pada Jumat (24/7/2026) dan mengakibatkan empat jembatan hanyut. (Foto: Dok. BNPB)
PERISTIWA
Minggu, 26 Jul 2026  16:20

Anomali cuaca mewarnai musim kemarau di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi kejadian bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, kejadian tersebut menyebabkan empat jembatan hanyut dan memutus akses antardesa.

Banjir melanda Kabupaten Aceh Utara, Aceh, pada Jumat (24/7/2026) pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Sawang, Kecamatan Sawang.

BPBD Kabupaten Aceh Utara melaporkan sebanyak empat jembatan hanyut dan kondisi terkini pada hari Sabtu (25/7/2026) kondisi arus air masih cukup deras.

“Akibat beberapa jembatan yang hanyut menyebabkan putusnya akses dari Desa Sawang menuju Desa Lhok Cut, Kubut, Blang Cut dan Gunci,” kata pria yang akrab disapa Aam tersebut, Minggu (26/7/2026).

Aam menambahkan, BPBD Kabupaten Aceh Utara telah melakukan asesmen dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan setempat dan lintas instansi untuk melakukan upaya penanganan darurat.

BNPB turut mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi kering selama musim kemarau, termasuk bahaya kekeringan.

Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.

“Upaya pencegahan bagian dari pengurangan risiko bencana merupakan langkah efektif dalam pengendalian karhutla. Ditinjau dari tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian Sumatera, Kalimantan, Papua dan hampir seluruh Pulau Jawa pada kategori sangat mudah terbakar pada esok (27/7/2026),” kata Aam.

“Masyarakat memiliki peran dalam pemantauan dan pengendalian dini di wilayahnya. Segera laporkan kepada BPBD atau otoritas setempat apabila terjadi insiden kebakaran secepat mungkin sehingga penanganan dapat berlangsung secara efektif,” tuturnya.

TAG:
#aceh utara
#banjir
#kemarau
Berita Terkait
Duh! Gubernur ungkap 80 ton bantuan korban bencana Aceh hilang
Duh! Gubernur ungkap 80 ton bantuan korban bencana Aceh hilang
Duh! Gubernur ungkap 80 ton bantuan korban bencana Aceh hilang
Duh! Gubernur ungkap 80 ton bantuan korban bencana Aceh hilang
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Penemuan Janin Bayi di Kali Irigasi Kemang Bogor, Warga Digegerkan Temuan Dikira Boneka
Wartawan Media Selidik Kasus Dikeroyok Saat Liput Proyek Provinsi Sumatra Selatan Tanpa Papan Proyek Di Desa Karya Nyata
Dies Natalis ke-66, Unsri Tegaskan Komitmen Berdampak bagi Negeri dan Perkuat Kiprah Internasional
Setiap Hari Ada Berita KKN, Tapi Yang Paling Utama Adalah Endingnya! MAUNG: Berapa yang Dituntaskan
Press Release KRYD Oktober 2026: Kapolres Simalungun Ungkap Tiga Kasus 3C, Pelaku Pencurian Diringkus hingga Labuhan Batu dan Batu Bara
Indeks Berita