Disomasi Ferari, LAI: Banyak nama “Aliansi”, jangan terkecoh!

Beredarnya kabar Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) mendapat somasi dari Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) dikonfirmasi oleh Staf Ahli LAI Muhammad Syafei, Rabu (20/11/2025).
“Benar, disomasi oleh DPP Ferari beberapa hari lalu dan sudah dijawab melalui surat resmi oleh Bu Ketum, Bu Irawati Djoni Lubis. Kebetulan saya mendapat salinannya dari beliau langsung,” ujarnya.
Mengenai isi somasi, Syafei menngatakan tidak ada yang substansial, karena hanya berangkat dari salah faham atau salah informasi terkait pemberitaan di salah satu media siber.
“intinya salah faham, bahwa ada pemberitaan di media siber suara dot com tentang organisasi advokat yang diakui oleh pemerintah. Nara sumber oleh media tersebut disebutkan Ketua Satuan Tugas Penerangan Badan Hukum RI, Aliansi Masyarakat Anti Korupsi dan Mafia Hukum,” jelasnya.
Karena ada kata “Aliansi” tersebut kemungkinan disalahfahami sama dengan Lembaga Aliansi Indonesia.
“Padahal organisasi yang memakai nama ‘aliansi’ itu kan banyak, ada Aliansi Mahasiswa bla bla bla, Aliansi Buruh bla bla bla, dan sebagainya. Kata ‘aliansi’ itu kan umum, dan semua pihak bisa menggunakan. Tapi kalau ‘Aliansi Indonesia’ atau Lembaga Aliansi Indonesia, lembaga yang didirikan oleh almarhum Bapak H. Djoni Lubis, ya hanya satu ini,” tegasnya.
Syafei menambahkan, bahkan ada ormas atau lembaga yang ikut mencatut nama ‘Aliansi Indonesia’, padahal tidak ada hubungan sama sekali dengan Lembaga Aliansi Indonesia yang beralamat di Jalan Raya Pintu II TMII No. 54, Pinang Ranti, Jakarta Timur.
“Ya mungkin saja biar laku, jadi pakai nama ‘Aliansi Indonesia’, atau biar bisa menggaet anggota Lembaga Aliansi Indonesia yang asli. Mungkin lho ya. Ya nggak apa-apa, toh lama-lama publik akan tahu juga,” imbuhnya.
Kembali ke masalah somasi dari Ferari, Syafei mengatakan tidak ada masalah serius, bahkan mungkin bisa menjadi jalan untuk menghubungkan kembali Ferari dengan LAI.
“Dulu kan pernah ada beberapa rekan Ferari khususnya dari Jawa Tengah yang bergabung ke LAI , timnya Gus Aji Suryanto yang dari Pemalang itu. Siapa tahu dengan kesalahfahaman ini hubungan itu bisa dijalin kembali,” lanjut Syafei.
Mengenai substansi berita di media siber tersebut, Syafei menegaskan, bahwa LAI tidak punya kapasitas untuk berpendapat.
“Ya ibaratnya kan itu dapur orang, bukan kapasitas kami untuk mencampuri atau sok tahu. Jadi LAI, melalui Ibu Ketum maupun siapapun pengurus DPP, tidak pernah berpendapat atau mengeluarkan pernyataan baik secara resmi melalui surat maupun pernyataan ke media manapun terkait organisasi advokat. Itu bukan ranah kami,” pungkasnya.












