Penganiayaan sesama anggota DPRD Pekanbaru di Soetta diselidiki polisi

Polisi sedang menyelidiki kasus dugaan penganiayaan sesama anggota DPRD Kota Pekanbaru di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Penyidik bakal memanggil pelapor dan terlapor untuk dimintai keterangan terkait perkara tersebut.
"Saat ini polisi bandara sedang menangani perkara tersebut," kata Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Ade Mona Prihatna saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (19/8/2026).
Kasus penganiayaan sesama anggota DPRD Kota Pekanbaru itu diduga melibatkan Firman (Partai Hanura) dan Zulkardi (PDI Perjuangan). Peristiwa terjadi di Bandara Soetta pada Sabtu (8/8/2026).
Namun, Firman melaporkan kasus itu kepada polisi pada Senin (10/8/2026).
Menurut Ade, penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan fakta di balik kejadian tersebut.
Ade mengatakan polisi bakal mengundang pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk dimintai keterangan. Pemanggilan dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Pemanggilan nantinya dilakukan terhadap orang yang dinilai mengetahui atau berkaitan dengan dugaan penganiayaan, termasuk pelapor dan terlapor.
Namun, Ade belum menjelaskan jadwal pemanggilan maupun secara spesifik siapa saja yang akan dimintai keterangan.
"Nanti ke depannya akan kita informasikan lebih lanjut," katanya.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta masih mengumpulkan keterangan dan informasi untuk memastikan fakta dalam laporan tersebut.
Karena masih berada pada tahap penyelidikan, polisi belum menyimpulkan adanya tindak pidana maupun menetapkan orang yang bertanggung jawab secara hukum dalam perkara tersebut.











