Ricuh Bandara IMIP, berkembang narasi bandara tersebut diresmikan Jokowi. Benarkah?

Di media sosial beredar narasi soal Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah diresmikan pengoperasiannya oleh Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat Presiden RI.
Bandara IMIP viral di media sosial dianggap `negara dalam negara` setelah muncul pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menyebut bandara IMIP tidak punya perangkat negara.
Tak berselang kemudian muncullah narasi bahwa Bandara IMIP pernah diresmikan oleh Presiden Jokowi kala itu.
Beberapa media daring juga membuat judul berita mengaitkan bendera IMIP dengan Jokowi, salah satunya dengan judul yang masih terekam di mesin pencarian Google `7 Kontroversi Bandara Morowali: Diresmikan Jokowi, Punya `Kedaulatan` Sendiri?`, namun setelah diklik judulnya sudah direvisi menjadi `7 Kontroversi Bandara IMIP: Dugaan Tanpa Bea Cukai dan Imigrasi dan Sulitnya Akses`
Seperti apa faktanya?
Berdasarkan arsip resmi laman Setkab.go.id, Presiden Jokowi memang meresmikan satu bandara baru dan pengembangan empat terminal bandara di Pulau Sulawesi pada Minggu, 23 Desember 2018.
Bandara baru yang diresmikan tersebut adalah Bandara Morowali di Sulawesi Tengah. Peresmian ini dipusatkan di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Kabupaten Banggai.
Bandara Morowali yang diresmikan Presiden Jokowi ini bukanlah Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Bandara Morowali itu bernama Bandara Maleo Morowali milik pemerintah berdiri di atas lahan seluas 158 hektare, dilengkapi dengan landasan pacu sepanjang 1.500 meter, dan fasilitas terminal penumpang seluas 1.000 meter persegi.
Lokasi Bandara Morowali ini berada di Desa Umbele, Kecamatan Bumiraya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Presiden Jokowi dalam sambutannya saat itu berharap pembangunan Bandara Morowali dapat mempermudah dan mempercepat mobilisasi masyarakat dan logistik menuju kota-kota besar seperti Kendari, Palu, dan Makassar.
Kemudian, klaim yang menyasar Bandara IMIP terkait tidak adanya Bea Cukai dan Imigrasi, serta sulitnya akses publik, berpotensi salah alamat jika dikaitkan dengan peresmian Presiden Jokowi pada 2019.
Nama dan Kepemilikan: Fasilitas yang diresmikan Presiden adalah Bandara Morowali (milik pemerintah, dikelola oleh Kemenhub) yang terletak di Desa Umbele. Sementara Bandara IMIP merupakan bandara khusus/privat yang beroperasi untuk mendukung aktivitas kawasan industri IMIP.
Fungsi Bea Cukai & Imigrasi: Kehadiran Bea Cukai dan Imigrasi (Customs, Immigration, and Quarantine/CIQ) pada suatu bandara baru diwajibkan jika bandara tersebut melayani penerbangan internasional. Jika Bandara Morowali milik pemerintah maupun Bandara IMIP hanya melayani penerbangan domestik, kedua layanan tersebut memang tidak diwajibkan. Namun, status operasional Bandara IMIP harus tunduk pada regulasi perizinan bandara khusus/privat yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.












