Hampir 2 tahun secara brutal diteror tetangga, warga Depok pilih jual rumah

Azis Suraji, seorang warga Depok diteror tetangganya selama hampir dua tahun. Kasus ini viral di internet, keluarga Azis Suraji disebut sampai berniat untuk pindah rumah karena teror yang dialami. Berikut duduk perkara kasus teror tetangga ini.
Kasus teror ini terjadi di Gang Taufik RT 07/RW 01, Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok. Kasus ini viral di internet usai video rekaman CCTV aksi teror tetangga ini tersebar di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria yang melakukan sejumlah aksi intimidasi kepada pemilik sebuah rumah. Ia tampak melempar helm dan benda-benda lain ke rumah tersebut.
Pemilik rumah yang jadi sasaran intimidasi itu adalah Azis Suraji dan keluarganya. Mereka belakangan buka suara atas apa yang terjadi tersebut.
Gangguan yang dilakukan pelaku tidak hanya berhenti pada insiden pelemparan. Pada momen berbeda, pria tersebut juga terekam membuang sampah ke halaman rumah keluarga Azis.
Upaya mediasi dari warga sekitar untuk meredakan ketegangan justru berujung pada keributan. Novita (29), putri dari Azis Suraji, mengungkapkan bahwa intimidasi ini telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak tahun 2025, ketika ibunya mengadakan pengajian malam Jumat, pelaku sengaja menyetel musik dengan volume yang sangat keras.
Novita menjelaskan, akar konflik ini bermula dari sebuah kesalahpahaman. Ibunya, dalam upaya menenangkan cucunya yang sedang menangis, sempat melontarkan kata ‘orang gila’ sebagai candaan kepada suaminya yang merupakan warga negara asing dan belum fasih berbahasa Indonesia.
Diduga, tetangga pelaku salah mengartikan perkataan tersebut dan merasa tersinggung, meskipun Novita menegaskan bahwa tidak ada sedikit pun niat dari keluarganya untuk menghina.
"Katanya sakit hati sama perkataan mama saya ‘orang gila’, padahal nggak pernah ada sedikit pun keluarga saya yang ngatain dia pas kejadian," tutur Novita kepada awak media pada Jumat (17/7/2026).
Intensitas teror yang dialami keluarga Azis semakin meningkat. Selain gangguan verbal yang hampir terjadi setiap hari, pagar rumah mereka juga pernah mengalami kerusakan akibat ditendang pelaku pada Rabu (15/7).
Lebih jauh lagi, Novita menceritakan pengalaman mengerikan saat keluarganya pernah diancam dengan golok pada momen Lebaran.
"Culture shock ya Mas," ungkap Novita dengan nada kecewa.
Ia mengaku sangat menyesal telah pindah ke lingkungan tersebut, merasa bahwa kenyamanan dan ketenangan hidup keluarganya telah direnggut secara paksa.
Melihat kondisi yang tak lagi kondusif dan terus-menerus dihantui rasa tidak aman, keluarga Azis Suraji akhirnya membulatkan tekad untuk menjual rumah mereka.
Novita menegaskan bahwa keputusan ini diambil murni karena kenyamanan hidup mereka sudah sangat terganggu dan tidak ada lagi harapan untuk hidup tenang di sana. Sebelumnya, sempat ada tawaran untuk bertukar rumah, namun rencana tersebut urung terlaksana setelah calon penukar mengetahui reputasi tetangga pelaku.
Merasa tidak ada jalan lain, keluarga Novita akhirnya melaporkan serangkaian teror ini ke pihak kepolisian. Laporan polisi (LP) dengan nomor LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK telah diajukan pada pertengahan Juli.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka mengonfirmasi adanya laporan tersebut pada Kamis (16/7), dan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam.
Polres Metro Depok telah mengambil langkah cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediaman keluarga Azis Suraji.
Selain itu, sejumlah barang bukti terkait insiden teror juga telah diamankan. Melalui akun Instagram resminya @polresmetrodepok pada Sabtu (18/7/2026), pihak kepolisian menginformasikan bahwa mereka telah memeriksa pelapor dan sejumlah saksi.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus ini dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Polisi menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel demi menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat.












