Longsor TPA Cipeucang Tangsel picu banjir hitam pekat dan berbau tidak sedap

Longsor TPA Cipeucang Tangsel picu banjir hitam pekat dan berbau tidak sedap
Foto: Longsoran sampah di TPA Cipeucang picu banjir hitam pekat setinggi 80 cm di Serpong, Tangsel. Warga panik, barang elektronik terendam, ini sudah kali ketiga.
PERISTIWA
Selasa, 18 Nov 2025  20:39

Warga di sekitar RT 06 RW 04 Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilanda kepanikan setelah permukiman mereka terendam banjir. Banjir kali ini bukan sekadar air biasa, melainkan cairan berwarna hitam pekat yang mengeluarkan bau tidak sedap. 

Bencana ini diduga kuat dipicu oleh longsornya gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Serpong.

Longsoran sampah tersebut mengakibatkan aliran kali meluap dan tersumbat. Barang-barang berharga milik warga, termasuk barang elektronik dan sepeda motor, ikut terendam.

Warga meyakini bahwa faktor utama yang menyebabkan rumah mereka terendam banjir setinggi kurang lebih 80 sentimeter, adalah longsoran sampah di TPA.

"Kalau banjir itu kan tinggal pengelola sampahnya ya, kalau sampahnya dari pengelola tidak mengurusi aliran airnya ya banjir," kata Kristianto, salah seorang warga, saat ditemui di lokasi pada Selasa (18/11/2025).

Kristianto mengungkapkan, peristiwa banjir serupa yang disebabkan oleh masalah TPA Cipeucang ini bukan terjadi kali pertama. Insiden kali ini merupakan yang ketiga kalinya dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Banjir yang terjadi pada hari ini disebutnya sebagai yang paling parah.

"Ya kejadiannya ini yang sudah ke tiga kali. Ketinggian air itu sekitar sepinggang orang dewasa," tambahnya.

Warga semakin cemas karena banjir sampah TPA Cipeucang Tangsel ini menyebabkan kerugian materiel yang cukup besar.

"Jadi yang kerendem itu barang-barang elektronik, kayak motor jadi itu kerendem," keluhnya.

"Jadi kalau faktor utamanya itu kan sampah itu merosot dan yang paling parah itu longsor yang terjadi banjir seperti ini sampai sangat parah yang ketiga ini," imbuhnya, menekankan bahwa longsoran sampah adalah penyebab utama.

Harapan warga: Solusi permanen dari Pemkot Tangsel

Warga berharap, setelah tiga kali berturut-turut mengalami bencana banjir akibat kegagalan pengelolaan TPA, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, segera mencari solusi permanen.

Tuntutan warga adalah agar pemerintah memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar daerah TPA Cipeucang dan membantu mencarikan solusi agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban imbas dari buruknya pengelolaan sampah.

"Harapannya pemerintah terutama wali kota Tangerang Selatan lebih perhatikan lingkungan di daerah Cipeucang, yang terutamanya karena ini imbas semuanya itu sangat berdampak," harap Kristianto.

TAG:
#banjir
#tpa cipeucang
#serpong
#tangsel
Berita Terkait
Akan panjang, BMKG: Puncak musim hujan berlangsung tiga bulan
Akan panjang, BMKG: Puncak musim hujan berlangsung tiga bulan
Akan panjang, BMKG: Puncak musim hujan berlangsung tiga bulan
Akan panjang, BMKG: Puncak musim hujan berlangsung tiga bulan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Gelar Kegiatan Jumat Bersih lingkungan hidup sedunia 
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Indeks Berita