Youth Impact & Innovation Forum Jadi Ajang Anak Muda Semarang Tawarkan Solusi Isu Iklim dan Lingkungan 

Youth Impact & Innovation Forum Jadi Ajang Anak Muda Semarang Tawarkan Solusi Isu Iklim dan Lingkungan 
 
NASIONAL
Rabu, 24 Jun 2026  10:08

Orang muda tidak hanya menjadi kelompok yang terdampak oleh perubahan iklim, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Youth Impact & Innovation Forum yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Advisory (IYA) Semarang sebagai ruang kolaborasi antara pemuda, pemerintah, akademisi, komunitas, dan berbagai mitra pembangunan. 

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, mempresentasikan inovasi, serta membangun dialog konstruktif dengan para pemangku kepentingan terkait isu lingkungan dan perubahan iklim. 

Kegiatan Youth Impact & Innovation Forum secara resmi dibuka oleh Mitra Tobing sebagai Program Director ChildFund International di Indonesia.

Dalam sambutannya, ia memperkenalkan ChildFund Internasional di Indonesia sebagai organisasi yang berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak dan orang muda agar dapat hidup sehat, terlindungi, berpendidikan, serta memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat. 

Mitra Tobing menegaskan bahwa anak muda memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan di tengah berbagai tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi saat ini. Menurutnya, berbagai gagasan dan inovasi yang lahir dari generasi muda perlu mendapatkan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. 

"Ide orang muda harus dikawal, diapresiasi setinggi-tingginya, dan harapannya bisa dibersamai oleh instansi pemerintah, kelurahan, lembaga, maupun pihak terkait lainnya. Mari bersama-sama bergerak untuk menyukseskan berbagai dukungan terhadap ide-ide tersebut agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyaraka” ujar Mitra Tobing. 

PIC Livelihood YKKS, Mahya Agfiyani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ruang pemuda merupakan ruang perubahan yang perlu terus diperkuat. 

"Youth Impact & Innovation Forum adalah panggung bagi orang muda untuk bersuara, berbagi, dan membangun masa depan bersama," ujarnya. 

Menurut Mahya, forum tersebut dirancang untuk membangun dialog yang setara antara pemuda dan stakeholder, sehingga ide serta inovasi yang lahir dari anak muda dapat memperoleh dukungan dan peluang pengembangan yang lebih luas. 

Pada kesempatan tersebut, Hanif Wahyu Saputra memperkenalkan Indonesian Youth Advisory Semarang sebagai komunitas orang muda yang didampingi Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) selaku mitra ChildFund International di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa IYA Semarang hadir sebagai wadah partisipasi anak muda dalam menyampaikan aspirasi, terlibat dalam perencanaan program, serta menginisiasi berbagai kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.  

Forum kemudian dilanjutkan dengan presentasi tiga program inovasi yang dikembangkan oleh anggota IYA Semarang. 

Program pertama bertajuk Rise and Root yang dipaparkan oleh Reza Putra Pratama. Program ini berfokus pada rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan pesisir Tanjung Mas, Semarang Utara.

Selain melibatkan komunitas dan organisasi kepemudaan, kegiatan tersebut juga menggandeng masyarakat pesisir sebagai mitra kolaboratif dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim.  

Melalui program tersebut, generasi muda diajak untuk berkontribusi langsung dalam menjaga ekosistem mangrove yang memiliki peran penting sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi sekaligus penyerap karbon alami. 

Selanjutnya, Vemas Aldino memperkenalkan Greenopoly, sebuah media pembelajaran interaktif yang menggabungkan konsep permainan monopoli dengan materi edukasi lingkungan dan perubahan iklim. Program yang diujicobakan kepada siswa sekolah dasar ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai isu lingkungan melalui pendekatan belajar sambil bermain.  

Dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, Greenopoly diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. 

Sementara itu, Niken Zya mempresentasikan program Recycle for Long Cycle, sebuah workshop edukatif yang mengajak peserta memahami bahaya mikroplastik sekaligus mempraktikkan pengolahan sampah botol plastik menjadi produk kreatif yang bernilai guna.  

Program yang menyasar anak-anak dan remaja tersebut tidak hanya mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tetapi juga membangun kreativitas serta keterampilan peserta dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. 

Melalui berbagai inovasi yang dipresentasikan, Youth Impact & Innovation Forum menunjukkan bahwa anak muda memiliki kapasitas besar untuk menciptakan perubahan positif di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks. 

Forum ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemuda dan berbagai stakeholder dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak ruang partisipasi bagi generasi muda dalam pembangunan daerah dan aksi iklim di Kota Semarang.

TAG:
#perubahan iklim
#iklim
#semarang
Berita Terkait
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim, Ancaman Global yang Harus Diatasi Bersama-sama
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim, Ancaman Global yang Harus Diatasi Bersama-sama
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim, Ancaman Global yang Harus Diatasi Bersama-sama
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim, Ancaman Global yang Harus Diatasi Bersama-sama
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Rupiah Terus Melemah Sentuh Rp17.825 per Dolar AS, DPP MAUNG Pusat Sorot & Sampaikan Langkah Penyeimbang
Korban Kehilangan 11 Keping Emas, DPC MAUNG Malang Raya Ingatkan Kewajiban Pertanggungjawaban Bukti 
Lewat Nobar Piala Dunia, Rajawali Kalbar dan Kabid Humas Polda Bahas Keamanan Daerah
Geger penemuan jasad wanita hamil dalam mobil pelat merah di Bandara Juanda
Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Kenang Jasa Pahlawan di TMP Kesatria Ksetra Siguntang
Indeks Berita