Dari Jalan hingga Aliran Air, Dinas PU Bawa Wajah Pembangunan Sukabumi ke Ruang Publik

aliansinews.id - Sukabumi, Pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara mengenai beton, aspal, saluran air maupun konstruksi fisik. Di balik setiap ruas jalan yang terhubung dan aliran irigasi yang terjaga, terdapat aktivitas masyarakat yang ikut bergerak.
Pesan tersebut menjadi salah satu hal yang ditonjolkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi dalam gelaran Sukabumi Expo 2026 di Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Jumat (11/9/2026).
Berbeda dari sekadar menampilkan program pembangunan, kehadiran Dinas PU dalam expo tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kepada masyarakat berbagai pekerjaan dan capaian pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari kewenangan pemerintah daerah.
Mengangkat tagline “Jalan Leucir, Caang Ngalir”, Dinas PU mencoba menyederhanakan gambaran besar tugasnya agar lebih mudah dipahami masyarakat. Pesan tersebut mencerminkan dua sektor penting, yakni pembangunan dan pengelolaan infrastruktur jalan serta pengelolaan irigasi dan sumber daya air.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, menjelaskan bahwa kedua sektor tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, jalan bukan semata-mata sarana transportasi, sementara irigasi dan sumber daya air juga tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur pengairan. Keduanya menjadi bagian dari sistem yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
“Karena kewenangan kita adalah mengelola irigasi, sumber daya air, dan infrastruktur jalan. Kedua-duanya berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, kemakmuran masyarakat di bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, budaya dan sebagainya,” ujar Uus saat ditemui di stan Dinas PU.
Ia menegaskan, keberadaan infrastruktur menjadi salah satu prasyarat penting agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik. Infrastruktur jalan berkaitan dengan mobilitas warga dan konektivitas antarwilayah, sedangkan irigasi serta sumber daya air memiliki peran dalam menunjang kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
“Karena dengan infrastruktur adalah prasyarat utama untuk masyarakat bisa sejahtera,” katanya.
Melalui Sukabumi Expo 2026, masyarakat juga diberi kesempatan untuk melihat lebih dekat berbagai pekerjaan yang telah dilakukan Dinas PU. Pameran tersebut menjadi sarana penyampaian informasi sekaligus bentuk keterbukaan pemerintah mengenai pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi Dinas PU, pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian sebuah pekerjaan fisik. Infrastruktur yang telah dibangun membutuhkan pengelolaan, pemeliharaan dan penanganan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Karena itu, tagline “Jalan Leucir, Caang Ngalir” tidak hanya menjadi identitas stan Dinas PU dalam Sukabumi Expo 2026, tetapi juga menggambarkan ruang lingkup pekerjaan yang terus dijalankan untuk mendukung konektivitas, aktivitas ekonomi, pelayanan masyarakat dan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Sukabumi.
Uus berharap keberadaan stan Dinas PU dalam expo tersebut dapat membuat masyarakat semakin mengetahui berbagai capaian pembangunan yang telah dikerjakan sekaligus memahami bahwa pembangunan infrastruktur merupakan proses yang membutuhkan kesinambungan.
“Kami berharap dengan adanya Sukabumi Expo ini, pengunjung bisa melihat capaian-capaian yang telah dikerjakan oleh Dinas PU,” pungkasnya.
Dengan demikian, expo bukan hanya menjadi ruang pamer pembangunan, tetapi juga menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat mengenai bagaimana infrastruktur dibangun, dikelola, serta diarahkan untuk menunjang kehidupan warga Kabupaten Sukabumi.










