Harga minyak dunia anjlok pasca damai Iran-AS

Harga minyak dunia anjlok pasca damai Iran-AS
Foto: Selat Hormuz. (Ist)
INTERNASIONAL
Selasa, 16 Jun 2026  01:28

Harga minyak mentah dunia turun drastis pada Senin (15/6/2026), setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia.

Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak global, turun lebih dari 5 persen menjadi 82,84 dolar AS per barel.

Melansir BBC, Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam upaya mengakhiri perang AS-Iran, menyatakan upacara penandatanganan resmi kesepakatan akan digelar pada Jumat, 19 Juni 2026 di Swiss.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi melalui sambungan telepon yang disiarkan televisi pemerintah bahwa kesepakatan dengan AS telah rampung.

Sementara itu, analis pasar energi dari Vanda Insights, Vandana Hari menilai, minimnya rincian mengenai isi kesepakatan damai berpotensi menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat pasar minyak menghadapi periode ketidakpastian dan volatilitas selama sepekan ke depan.

Selat Hormuz praktis ditutup sejak tidak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari.

Setelah konflik pecah, Teheran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melewati Selat Hormuz.

Pasar energi global mengalami gejolak tajam dalam beberapa bulan terakhir. Harga minyak kerap bergerak naik atau turun secara signifikan mengikuti perkembangan konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Sebelum perang dimulai, harga minyak Brent berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun, selama konflik berlangsung, harganya sempat melonjak hingga sekitar 120 dolar AS per barel.

TAG:
#minyak
#iran
#amerika
#selat hormuz
#
Berita Terkait
Selat Hormuz dibuka, kapal tanker Pertamina masih tertahan
Selat Hormuz dibuka, kapal tanker Pertamina masih tertahan
Selat Hormuz dibuka, kapal tanker Pertamina masih tertahan
Selat Hormuz dibuka, kapal tanker Pertamina masih tertahan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama disebut terima Rp 21 M, KPK tindak lanjuti
Mahasiswa klaim batas waktu 5 hari, Istana: Hanya terima aspirasi, tak ada kesepakatan
Wapres Gibran temui perwakilan mahasiswa pendemo, ini 6 aspirasi yang disampaikan
DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1448 H
Soroti ekonomi sulit, mahasiswa UGM turun ke jalan
Indeks Berita