Gempa Sukabumi akibatkan longsor besar di Tasikmalaya

Gempa Sukabumi akibatkan longsor besar di Tasikmalaya
Foto: Potongan video tanah longsor menimbun area sawah di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 20 Juli 2026.
PERISTIWA
Senin, 20 Jul 2026  22:43

Bencana tanah longsor yang menerjang Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (20/7/2026), dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun, material longsor menimbun sedikitnya 2 hektare lahan persawahan milik warga setelah terjadi gempa magnitudo 4,8 yang berpusat di wilayah Sukabumi.

"Ya longsor setelah gempa terjadi di Sukabumi," kata Kapolsek Salawu AKP H Dedi Darsono, dikutip dari akun Instagram @infotasik.

Beberapa jam sebelum longsor terjadi, puluhan petani masih beraktivitas menggarap sawah di lokasi tersebut.

Beruntung, tidak ada warga yang berada di area saat material tanah bergerak sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Akibat longsor tersebut, lahan pertanian milik Dodo (60) bersama sejumlah warga Kampung Naga untuk sementara tidak dapat dimanfaatkan.

Material longsor menutup area persawahan sehingga aktivitas pertanian terhenti.

Kepala Wilayah (Kawil) Kampung Naga Otoy menyampaikan, para petani mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kerugian itu muncul karena lahan yang tertimbun membuat mereka kehilangan masa tanam dan tidak dapat melanjutkan aktivitas bercocok tanam hingga kondisi kembali normal.

Berdasarkan data teknis, pusat gempa berada di barat daya Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 23 kilometer.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik mengguncang wilayah pantai selatan Sukabumi pada Minggu (19/7/2026) pukul 15.11 WIB.

Hasil analisis terbaru BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,8 dengan kedalaman 52 kilometer.

Episentrum gempa berada di koordinat 7,74 Lintang Selatan dan 106,44 Bujur Timur, atau sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. BMKG juga memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dasar laut.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser-naik (oblique-thrust fault).

TAG:
#gempa
#longsor
#sukabumi
#tasikmalaya
Berita Terkait
Gempa M 6,7 guncang Palu, trauma Sesar Koro kembali muncul
Gempa M 6,7 guncang Palu, trauma Sesar Koro kembali muncul
Gempa M 6,7 guncang Palu, trauma Sesar Koro kembali muncul
Gempa M 6,7 guncang Palu, trauma Sesar Koro kembali muncul
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polda Sumsel Masifkan Pencegahan Karhutla, 189 Patroli Digelar di Wilayah Rawan
Riset Kamseltibcarlantas Berbasis Edukasi dan Kemitraan, Polda Sumsel Dorong Keamanan Transportasi Berkelanjutan
Sekretaris Rajawali Purwakarta: Jangan Biarkan Revitalisasi Sekolah Hanya Menjadi Kegiatan Di Atas Kertas Saja
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Abaikan Aturan dan Ujian Kompetensi, Penunjukan Camat Gelumbang Muara Enim Picu Ancaman Gugatan PTUN
Indeks Berita