Kasus diteror tetangga di Depok hingga ingin jual rumah telah naik penyidikan

Polisi mengungkap kasus dugaan perusakan rumah warga yang diteror tetangga di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, sudah naik ke tingkat penyidikan.
Kasus tersebut naik ke penyidikan setelah polisi melakukan gelar perkara dan menemukan adanya unsur pidana.
"Untuk update sementara sudah gelar ke tahap penyidikan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).
Made mengatakan selanjutnya pihak kepolisian akan kembali memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti.
Hingga kini belum ada permintaan mediasi di antara kedua belah pihak dalam kasus itu.
"Proses dalam tahap penyidikan, semua proses sesuai hukum acara penyidikan. Baik itu pemanggilan saksi lagi, pengumpulan alat bukti. Pasti (terlapor akan diperiksa), semua juga korban pasti akan dipanggil," kata dia.
"Belum ada ke tahap sana (mediasi), belum ada pembicaraan atau permintaan dari baik pelapor ataupun terlapor ke arah sana. Jadi semuanya berproses," imbuhnya.
Di sisi lain, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengatakan, sudah ada enam orang yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.
"Sudah enam orang," tutur dia saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa.
Sebelumnya, kasus dugaan teror yang dialami keluarga Azis Surani oleh tetangga mereka mulai mencuat setelah terdapat video yang viral di media sosial.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diunggah akun instagram @ashy.faaa, memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan tetangga korban melempar helm ke arah rumah korban di kawasan Pancoran Mas, Depok.
Sebelum melakukan pelemparan, pria tersebut terlihat mondar-mandir di depan rumah korban.
Aksinya sempat ditahan dan dilerai oleh sejumlah warga di sekitar lokasi.
Dalam keterangan di akun @ashy.faaa, ia mengaku keluarganya mendapatkan ancaman, intimidasi, hingga perusakan properti oleh tetangganya sendiri.
Tak hanya dilempari helm seperti video viral di media sosial, keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, mengaku juga kerap dimaki, mengalami perusakan rumah, hingga dilempari berbagai benda oleh tetangga mereka sejak 2024.












