MBG Banyuasin Tercoreng di Sidomulyo: Buah Membusuk, Makanan Basi, Orang Tua Siap Jadi Saksi

Banyuasin. AliansiNews.id:
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, memastikan akan turun langsung melakukan konfirmasi lapangan terkait aduan wali murid mengenai kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sidomulyo.
LSM GEMPITA juga menegaskan akan mengajukan laporan resmi kepada Satgas MBG Kabupaten Banyuasin dan Presiden Prabowo Subianto, menyusul temuan makanan yang dinilai tidak sesuai standar gizi, serta dugaan distribusi buah busuk dan makanan basi kepada siswa.
Aduan mulai ramai setelah banyak wali murid mengeluhkan kondisi makanan yang diterima anak mereka. Orang tua menyebut, siswa berulang kali menerima buah membusuk dan makanan yang terasa basi, padahal MBG merupakan program strategis nasional untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah.
“Kami menerima banyak keluhan dari wali murid. Saat kami cek langsung ke lokasi, menu yang disajikan memang jauh dari standar gizi 4 sehat 5 sempurna, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan siswa,”
tegas Rial Ali Akbar, S.T, Ketua LSM GEMPITA Kecamatan Air Kumbang.

Tim GEMPITA mengaku sempat meminta klarifikasi kepada pihak pengelola MBG Desa Sidomulyo, namun pihak terkait menghindar dan menolak memberikan keterangan. Sikap tersebut, menurut LSM, semakin menguatkan dugaan bahwa pengawasan dan tata kelola MBG di tingkat desa bermasalah.
“Kami akan konfirmasi ulang ke pengelola lokal, sekaligus menyiapkan laporan resmi ke Satgas Kabupaten dan Presiden. Kami mendorong agar pemerintah pusat segera sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi,”
tambah Rial. Kamis (8/1/2026)
Sejumlah wali murid di Kecamatan Air Kumbang bahkan menyatakan siap menjadi saksi jika sidak dilakukan. Mereka berharap, intervensi langsung dari pemerintah pusat dapat menjadi momentum perbaikan kualitas MBG di daerah.
“Kami siap memberikan testimoni. Anak-anak kami berhak dapat makanan sehat dan layak konsumsi, bukan makanan basi dan buah busuk,” ucap salah satu perwakilan wali murid, pada awak media
LSM GEMPITA menyebut laporan akan segera diajukan dalam beberapa hari ke depan, disertai bukti dokumentasi kondisi makanan, testimoni tertulis, serta pernyataan kesediaan saksi dari wali murid dan siswa terdampak.
LSM juga mendesak agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap proses pengadaan, penyajian, dan distribusi menu MBG di Kecamatan Air Kumbang, demi memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awal, mencetak generasi sehat, bukan generasi yang sakit akibat makanan yang salah kelola. (Tri sutrisno)












