Hidroponik dan Maggotia Jadi Primadona di Banjar Penasan Gede

Hidroponik dan Maggotia Jadi Primadona di Banjar Penasan Gede
 
BALI
Selasa, 26 Agu 2025  12:33

Klungkung, 24 Agustus 2025 — Suasana antusias mewarnai sosialisasi Program Kampung Iklim di Banjar Penasan Gede, Desa Tihingan.

Warga setempat tampak bersemangat mengikuti pemaparan dua program unggulan, yaitu budidaya sayuran hidroponik dan Maggotia, inovasi pengelolaan sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk organik.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar Penasan Gede pada Minggu sore ini dihadiri 74 peserta, terdiri atas Prebekel Desa Tihingan, mitra program, tim PPK Ormawa HMTL, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Udayana, PKK Banjar Penasan Gede, serta Prejuru Banjar Penasan Gede.

Kehadiran tokoh masyarakat dan perangkat banjar menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan masyarakat berbasis lingkungan.

Tim PPK Ormawa HMTL memperkenalkan enam program kerja unggulan, yaitu Door 2 Green, Sahindra, Maggotia, Rebrick, Biocare, dan Tihingan Hydropoint.

Dari pemaparan tersebut, warga paling tertarik pada program hidroponik dan Maggotia karena manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme warga terlihat dari beragam pertanyaan yang dilontarkan. Salah satu ibu PKK bertanya, “Berarti ini magotnya bisa makan apa aja ya? Magotnya bisa jadi pakan ya?”

Tim menjelaskan bahwa maggot mampu mengonsumsi hampir semua sampah organik seperti sisa sayur, buah, dan nasi, serta menghasilkan maggot sebagai pakan ternak dan frass yang bermanfaat untuk pupuk tanaman.

Sementara itu, salah seorang Prejuru Banjar Penasan Gede juga penasaran dengan hidroponik, “Berarti ini sayurannya bisa apa aja ya? Ini lebih gede ya hasilnya dari yang saya punya di rumah dengan media tanah?”

Menanggapi hal itu, tim menjelaskan bahwa sistem hidroponik memungkinkan pertumbuhan sayur lebih cepat dan hasil lebih maksimal karena tanaman mendapatkan nutrisi langsung dari larutan hara.

Prebekel Desa Tihingan menyampaikan apresiasinya atas semangat warga mengikuti program ini.

“Program seperti ini harus kita dukung bersama karena manfaatnya langsung bisa dirasakan masyarakat, baik untuk kesehatan lingkungan maupun perekonomian warga,” ujarnya.

Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif.

Peserta tampak mencatat penjelasan tim, mencoba memegang contoh wadah maggot, hingga melihat instalasi hidroponik mini yang dipamerkan. 

Momen tersebut menjadi awal keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, Banjar Penasan Gede diharapkan mampu mengembangkan budidaya sayuran hidroponik dan Maggotia tidak hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi keluarga.

Tim PPK Ormawa HMTL berkomitmen untuk terus mendampingi warga sehingga program ini benar-benar memberi manfaat nyata menuju terwujudnya kampung tangguh iklim.

TAG:
#ormawa html
#udayana
#bali
Berita Terkait
Sosialisasi Program dan Penerimaan Tim: Awal Mula Perjalanan PPK Ormawa HMTL 2025 di Desa Tihingan, Bali
Sosialisasi Program dan Penerimaan Tim: Awal Mula Perjalanan PPK Ormawa HMTL 2025 di Desa Tihingan, Bali
Sosialisasi Program dan Penerimaan Tim: Awal Mula Perjalanan PPK Ormawa HMTL 2025 di Desa Tihingan, Bali
Sosialisasi Program dan Penerimaan Tim: Awal Mula Perjalanan PPK Ormawa HMTL 2025 di Desa Tihingan, Bali
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Wanita meninggal dalam mobil dinas di Bandara Juanda ternyata seorang ASN,  pembunuhnya teridentifikasi
Polda Sumsel Perkuat Kepedulian Sosial, Polsek Sukarami Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Rentan
Polsek Sukarami Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Bakti Sosial untuk Warga Kurang Mampu
MA Kabulkan PK Menteri ATR/BPN, Sofhuan Yusfiansyah Nilai SHGU PT SKB Dibatalkan Secara Permanen
Tim Putri Bambu Kuning Raih Juara 1 Turnamen Olahraga Antar-Kelurahan Kecamatan Tenayan Raya
Indeks Berita