Demo Ojol di Mako Brimob Solo Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Aksi demo solidaritas ojol atas meninggalnya Affan Kurniawan di Depan Mako Brimob Batalyon C Pelopor, di Jalan Adi Sucipto, Manahan, Surakarta (Solo) berujung ricuh.
Aksi solidaritas itu awalnya berjalan kondusif, namun usai kedua pihak memberikan pernyataan, massa yang berada di luar pagar berusaha merangsek masuk dan merusak pagar depan bagian timur markas.
Kejadian tersebut diikuti oleh pelemparan batu maupun botol dari arah luar ke dalam markas.
Massa merusak pagar Mako Brimob Solo. Tidak hanya itu, mereka mengumpulkan water barrier ke tengah jalan dan membakarnya.
Sementara polisi yang berjaga menembakkan gas air mata untuk meredakan situasi.
Belum ada laporan korban luka imbas kerusuhan ini. Sebagian driver ojol ada yang membubarkan diri. Namun masih ada yang bertahan.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo sendiri telah meminta maaf kepada para pengemudi ojol atas kejadian yang menimpa kawan mereka di Jakarta, Affan Kurniawan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf terhadap kejadian yang menimpa saudara Affan Kurniawan. Saya mewakili di sini dari Surakarta mohon maaf sebesar-besarnya," katanya.
Selain itu, ia juga meminta para pengemudi ojol agar menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum.
"Yang terlibat sudah diamankan dan diperiksa oleh penyidik Propam," katanya.
Sementara perwakilan ojek online juga meminta kepolisian untuk tidak tebang pilih dalam penegakan hukum.
Ia meminta agar oknum yang terlibat dalam kejadian yang menimpa pengemudi ojol di Jakarta Affan Kurniawan hingga meninggal dunia agar dihukum seberat-beratnya.
"Semoga jadi titik akhir, semoga aparat lebih baik dalam penegakan hukum. Kami minta aparat tidak tebang pilih. Kami minta oknum pihak Brimob diusut tuntas, kalau perlu dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu dikeluarkan," katanya.












