Apa Itu Sanksi Demosi yang Dijatuhkan ke Bripka Rohmad, Sopir Rantis Pelindas Ojol?

Apa Itu Sanksi Demosi yang Dijatuhkan ke Bripka Rohmad, Sopir Rantis Pelindas Ojol?
Foto: Bripka Rohmad.
PERISTIWA
Kamis, 04 Sep 2025  22:37

Bripka Rohmad personel Brimob Polri yang mengendarai kendaraan taktis (rantis) di kasus Driver Ojol Affan Kurniawan, dijatuhkan vonis mutasi demosi selama tujuh tahun sebagai personel Kepolisian.  Affan tewas usai dilindas dengan rantis.

"Mutasi demosi 7 tahun sesuai masa dinas pelanggar di Polri," kata Ketua Majelis Sidang KKEP, Kamis (4/9/2025).

Apa pengertian demosi di internal kepolisian?

Demosi adalah sanksi berupa mutasi vertikal yang bersifat hukuman, dimana seorang anggota polisi dipindahkan dari jabatannya ke jabatan yang lebih rendah, disertai penurunan eselon dan/atau pemindahtugasan ke fungsi atau wilayah yang berbeda.

Sanksi ini dijatuhkan sebagai tindakan disiplin bagi anggota yang melakukan pelanggaran, dan tidak dapat digunakan untuk mempromosikan jabatan.

Pengertian tersebut sebagaimana termaktub dalam Pasal 1 ayat (38) Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2016, demosi adalah mutasi yang tujuannya bukan untuk promosi jabatan, melainkan sanksi.

Namun jika merujuk pada Bripka Rohmad, berdasarkan dari NRP-nya 75060818, artinya dia merupakan personel Kepolisian kelahiran 1975. Dengan begitu, umurnya saat ini sekira 50 tahun.

Dengan begitu, penurunan jabatan, eselon dan/atau pemindahan tugas yang bakal dijalani oleh Bripka Rohmad hingga nanti umur 57 tahun, satu tahun menjelang memasuki usia pensiun yakni 58 tahun.

Singkatnya, selama hukuman tujuh tahun demosi ini, Bripka Rohmad tidak bisa mendapatkan promosi jabatan, tiket sekolah ataupun hal-hal lain yang menunjang peningkatan karier ke depannya.

Hal tersebut tentunya dengan catatan apabila Bripka Rohmad tidak mengajukan banding hasil sidang KKEP.

Sementara Bripka Rohmad berharap, bisa terus mengabdikan dirinya di Korps Bhayangkara,  mengingat Ia, anak dan istrinya hanya mengandalkan gaji sebagai personel Polri.

"Kami, memohon kepada pimpinan Polri, sekiranya dapat memberikan waktu kepada kami untuk menyelesaikan tugas-tugas pengabdian ini kepada Polri hingga sampai pensiun, karena kami tidak punya penghasilan lain yang mulia, kami hanya mengandalkan gaji tugas polri, tidak punya penghasilan lain yang mulia," kata Bripka Rohmad, Kamis (4/9/2025).

TAG:
#demosi
#brimob
#ojol
#propam
#kkep
Berita Terkait
Insiden Brimob Lindas Ojol, Kompol Cosmas K Gae Dipecat dari Polri
Insiden Brimob Lindas Ojol, Kompol Cosmas K Gae Dipecat dari Polri
Insiden Brimob Lindas Ojol, Kompol Cosmas K Gae Dipecat dari Polri
Insiden Brimob Lindas Ojol, Kompol Cosmas K Gae Dipecat dari Polri
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polda Sumsel Masifkan Pencegahan Karhutla, 189 Patroli Digelar di Wilayah Rawan
Riset Kamseltibcarlantas Berbasis Edukasi dan Kemitraan, Polda Sumsel Dorong Keamanan Transportasi Berkelanjutan
Sekretaris Rajawali Purwakarta: Jangan Biarkan Revitalisasi Sekolah Hanya Menjadi Kegiatan Di Atas Kertas Saja
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Abaikan Aturan dan Ujian Kompetensi, Penunjukan Camat Gelumbang Muara Enim Picu Ancaman Gugatan PTUN
Indeks Berita