Desa Purwasari Wakili Jawa Barat di Lomba Desa Berkinerja Baik Nasional, Sukabumi Tunjukkan Model Konvergensi Penurunan Stunting

Desa Purwasari Wakili Jawa Barat di Lomba Desa Berkinerja Baik Nasional, Sukabumi Tunjukkan Model Konvergensi Penurunan Stunting
 
JABAR
Jumat, 29 Agu 2025  23:46

aliansinews.id - Sukabumi, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, resmi ditetapkan sebagai wakil Jawa Barat dalam ajang Lomba Desa Berkinerja Baik (DBB) Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting 2025 tingkat nasional.

Penetapan ini diumumkan setelah tim verifikasi melakukan penilaian lapangan di Stunting Education Center (STC) Purwasari, Kamis (28/8/2025).

Perwakilan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menyebut Purwasari unggul karena konsisten dalam menekan angka stunting sekaligus berhasil mengembangkan potensi lokal, terutama di sektor peternakan dan ketahanan pangan.

“Dari seluruh desa yang dievaluasi di Jawa Barat, Purwasari terpilih karena memiliki keunggulan dalam penanganan stunting dan inovasi berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menegaskan capaian ini adalah hasil nyata dari kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat.

Ia menyebut prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi turun menjadi 20,5 persen pada 2024, berkat kerja bersama dan inovasi daerah.

“Setidaknya delapan aksi konvergensi sudah dijalankan, mulai dari penetapan desa lokus prioritas, penguatan peran kader, hingga digitalisasi data gizi. Meski masih ada tantangan seperti keterbatasan kader dan kesenjangan data, kami optimistis menuju Sukabumi Zero New Stunting,” ungkapnya.

Selain fokus pada stunting, lanjut Bupati, Pemkab Sukabumi juga memberi perhatian serius terhadap masalah kesehatan lainnya seperti gizi buruk, penyakit menular, hingga penyakit tidak menular seperti AIDS, TB, dan malaria.

Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat posyandu berbasis digital serta mendorong sinergi dana desa dengan program nasional untuk mempercepat pencapaian target kesehatan masyarakat.

Ketua tim penilai nasional, Maizir Akhmadin, yang hadir dalam kunjungan ke Purwasari, menyatakan bahwa evaluasi ini tidak hanya menilai kesiapan desa, tetapi juga menguji sejauh mana praktik baik dari Sukabumi bisa menjadi inspirasi daerah lain.

“Indonesia menghadapi banyak tantangan. Karena itu, setiap daerah harus saling menguatkan. Kami berharap Sukabumi bisa masuk nominasi besar nasional,” katanya.

Dengan ditetapkannya Desa Purwasari sebagai wakil Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi menegaskan posisinya sebagai daerah yang mampu mengintegrasikan inovasi lokal dengan program nasional, menjadikan isu kesehatan — terutama pencegahan stunting — sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan.

TAG:
#bupati sukabumi
#asep japar
Berita Terkait
Bupati Sukabumi H.Asep Japar Letakkan Batu Pertama Gedung MUI, Simbol Sinergi Ulama dan Pemerintah
Bupati Sukabumi H.Asep Japar Letakkan Batu Pertama Gedung MUI, Simbol Sinergi Ulama dan Pemerintah
Bupati Sukabumi H.Asep Japar Letakkan Batu Pertama Gedung MUI, Simbol Sinergi Ulama dan Pemerintah
Bupati Sukabumi H.Asep Japar Letakkan Batu Pertama Gedung MUI, Simbol Sinergi Ulama dan Pemerintah
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Hj. Trisyulwati Ivonne Makaminan: Warga Girian Indah Butuh Rasa Aman, Bukan Hanya Janji - Tindak Sekarang Juga
Polda Sumsel Masifkan Pencegahan Karhutla, 189 Patroli Digelar di Wilayah Rawan
Riset Kamseltibcarlantas Berbasis Edukasi dan Kemitraan, Polda Sumsel Dorong Keamanan Transportasi Berkelanjutan
Sekretaris Rajawali Purwakarta: Jangan Biarkan Revitalisasi Sekolah Hanya Menjadi Kegiatan Di Atas Kertas Saja
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Indeks Berita