PPK Ormawa HMTL Unud, Bali, Gandeng PKK Dusun Pau, Kenalkan Inovasi Kampung Iklim

PPK Ormawa HMTL Unud, Bali, Gandeng PKK Dusun Pau, Kenalkan Inovasi Kampung Iklim
 
BALI
Jumat, 08 Agu 2025  09:55

Minggu, 3 Agustus 2025 – Tim PPK Ormawa HMTL Unud (Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Udayana) memulai program Kampung Iklim di Dusun Pau, Desa Tihingan, melalui sosialisasi kepada komunitas ibu-ibu PKK. 

Sosialisasi ini menyasar komunitas ibu-ibu PKK di Desa Adat Pau yang berlangsung di Balai Desa Adat Pau, yang menjadi pusat aktivitas warga setempat. Kehadiran tim PPK Ormawa pada kegiatan arisan rutin PKK menjadi langkah awal yang strategis untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat, sekaligus memperkenalkan program yang akan diimplementasikan.

Sebagai bagian dari program nasional Kemdikbudristek, PPK Ormawa ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi isu lingkungan secara kolaboratif.

Sosialisasi ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting desa, antara lain Kelian Banjar Dinas (KBD) Pau, Bapak I Wayan Ardana Ariasa dan Ketua PAKIS (Paiketan Krama Istri), Ibu Elly Herawati. Selain itu, sebanyak 73 ibu-ibu PKK hadir dan menunjukkan antusiasme yang tinggi. 

“Kami sangat senang diajak langsung dalam program ini. Semoga bisa berkelanjutan,” ujar Elly Herawati, Ketua PAKIS saat ditanyai langsung. Dalam sambutannya, I Wayan Ardana Ariasa menyampaikan bahwa kegiatan yang dibawa oleh mahasiswa PPK Ormawa HMTL Unud patutlah diberikan perhatian dan dukungan karena programnya dirancang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Tim PPK Ormawa HMTL Unud memaparkan enam program utama yang akan dijalankan di Dusun Pau. Program-program tersebut meliputi: (1) Door2Green, yaitu kunjungan dari rumah ke rumah untuk edukasi langsung; (2) budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik dari rumah; (3) pembuatan lubang biopori untuk meningkatkan resapan air dan sampah organik; (4) sistem hidroponik untuk ketahanan pangan rumah tangga; (5) pemanfaatan briket sebagai energi alternatif; dan (6) pemanenan air hujan yang dilengkapi dengan filter untuk Balai Desa Adat Pau.

Ibu-ibu yang hadir diberikan kesempatan untuk melihat dan mencoba langsung beberapa alat dan produk yang akan digunakan, seperti filter air hujan sederhana berbahan pipa PVC, contoh biopori dengan penutup dop, serta briket Rebrick dari limbah canang. Ketertarikan peserta terlihat saat mereka memegang langsung briket dan mencium aromanya, yang tidak berbau menyengat seperti arang biasa. Banyak peserta juga antusias bertanya mengenai cara pembuatan dan manfaat biopori, terutama karena ukurannya yang ringkas dan cocok ditempatkan di pekarangan rumah. Momen ini menjadi titik awal keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program Kampung Iklim.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Warmadewa dan Universitas Mahasaraswati Denpasar. Mereka turut berperan dalam menyampaikan materi tentang pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Kolaborasi lintas kampus ini menunjukkan sinergi yang kuat antar generasi muda untuk membangun kesadaran lingkungan di tingkat komunitas.

Salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah pengenalan kelompok penggerak yang diberi nama “Sekaa Kertih”. Kelompok ini akan menjadi perpanjangan tangan dari tim pelaksana dalam menjalankan dan menjaga keberlanjutan enam program kampung iklim tersebut. Diharapkan kehadiran Sekaa Kertih mampu membentuk kader lingkungan di Dusun Pau dan menularkan semangat positif ke dusun-dusun lainnya di Desa Tihingan.

Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan dapat menjadi lebih tanggap terhadap dampak perubahan iklim seperti banjir, penyakit iklim (seperti DBD), dan masalah sampah. Kegiatan ini menandai awal dari upaya bersama menciptakan masyarakat yang tangguh iklim, melalui penguatan peran komunitas lokal dan pemanfaatan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan setempat.

Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan dapat menjadi lebih tanggap terhadap dampak perubahan iklim seperti banjir, penyakit iklim (seperti DBD), dan masalah sampah. Kegiatan ini menandai awal dari upaya bersama menciptakan masyarakat yang tangguh iklim, melalui penguatan peran komunitas lokal dan pemanfaatan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan setempat.

TAG:
#ormawa hmtl unud
#udayana
#bali
Berita Terkait
Tiga Anggota TNI Diduga Aniaya Warga Buleleng hingga Tewas
Tiga Anggota TNI Diduga Aniaya Warga Buleleng hingga Tewas
Tiga Anggota TNI Diduga Aniaya Warga Buleleng hingga Tewas
Tiga Anggota TNI Diduga Aniaya Warga Buleleng hingga Tewas
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kasus Hibah APBD Jatim 2019–2022, Rajawali Jatim Minta KPK Pastikan Tidak Ada Penghambat Penyidikan
Tersanjung lewati gol Ronaldo, Messi: Dia idola saya! 
Demo di gedung DPRD Salatiga memanas, mahasiswa-polisi saling dorong
Bupati Sukabumi H.Asep Japar Sidak Proyek Jalan Cijaksa–Mataram, Tegaskan Tak Ada Ruang Main Mata dengan Uang Rakyat
Wujud Kepedulian kepada Masyarakat, Babinsa Gotong Royong Perbaiki Jembatan
Indeks Berita