Diduga Ada Keterlibatan Oknum Aparat, Ini Fakta Terkini Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN

Diduga Ada Keterlibatan Oknum Aparat, Ini Fakta Terkini Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Foto: Dwi Hartono.
HUKUM
Rabu, 27 Agu 2025  14:06

Kasus penculikan dan pembunuhan kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank pelat merah di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, berinisial MIP (37), terus menyita perhatian publik.

MIP ditemukan tewas di area persawahan di Kabupaten Bekasi setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Polisi bergerak cepat dengan menangkap 15 orang yang diduga terlibat, termasuk empat aktor intelektual.

1. Otak pembunuhan diduga seorang pengusaha bimbel

Sosok Dwi Hartono alias Ferry, pengusaha bimbingan belajar (bimbel), disebut sebagai otak intelektual dalam kasus pembunuhan ini.

Dwi Hartono bukan sosok asing bagi kepolisian. Pada 2012, ia pernah ditangkap Polrestabes Semarang terkait pemalsuan ijazah dan praktik joki tes masuk universitas melalui bimbingan belajar miliknya, Smart Solution.

Dengan biaya Rp 100 juta hingga Rp 500 juta, ia menawarkan jalur belakang masuk universitas, bahkan bisa mengubah ijazah IPS menjadi IPA. Kasus itu terbongkar setelah polisi menerima surat kaleng berisi daftar nama dan modusnya.

2. Penangkapan pelaku di berbagai lokasi

Selain Dwi Hartono, polisi menangkap seorang pria berinisial C alias Ken yang diduga sebagai koordinator eksekusi.

Penangkapan C dilakukan setelah tiga otak intelektual lain, berinisial DH, YJ, dan AA, lebih dulu ditangkap di Solo, Jawa Tengah. Total, ada empat otak intelektual yang diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebut hingga saat ini total ada 15 orang yang sudah ditangkap.

“Saat ini penyidikan masih berlangsung. Setiap pelaku yang diamankan didalami perannya secara menyeluruh,” ujar salah satu penyidik Polda Metro Jaya kepada Beritasatu.com, Selasa (26/8/2025).

3. Ada 15 orang telah diamankan

Polda Metro Jaya memastikan ada 15 orang yang diamankan terkait kasus pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta. Dari jumlah tersebut, sembilan orang ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan enam lainnya ditangkap Subdit Resmob.

“Pemeriksaan dilakukan hati-hati, mendalam, dengan mencocokkan keterangan satu dengan yang lain serta mengaitkan barang bukti. Dari situ akan dipastikan siapa yang berperan sebagai pelaku, tersangka, maupun kemungkinan lain," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam.

4. Dugaan keterlibatan oknum

Kuasa hukum tersangka Eras Musuwalo alias EW, Adrianus Agau, mengungkapkan bahwa kliennya hanya diminta untuk menculik korban.

Menurutnya, Eras dkk tidak terlibat dalam pembunuhan korban. Adrianus menyebut penculikan dilakukan atas perintah seorang oknum berinisial F.

"Setelah penjemputan itu, penjemputan dengan cara paksa itu dilakukan, ada perintah dari oknum yang namanya F itu untuk (korban) diserahkan di daerah Jakarta Timur," ujarnya.

Para pelaku penculikan disebut dijanjikan bayaran puluhan juta rupiah.

"Adik-adik kami juga menerima pekerjaan ini karena diiming-imingi sesuatu. Karena ada tekanan ekonomi juga," jelas Adrianus.

Menurutnya, uang muka yang diterima tidak lebih dari Rp50 juta dan sebagian sudah disita penyidik.

  

Nasional
Nusantara
Ekonomi
Internasional
Sport
Lifestyle
Ototekno
Multimedia
B-Plus
Indeks
ADVERTISEMENT

  

  
  
  
Home
Jakarta
5 Fakta Terkini Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Ada Sosok Penting
Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:00 WIBMF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
     

Otak pembunuhan kepala cabang bank pelat merah ditangkap di Kawasan PIK, Jakarta Utara. (Beritasatu.com/Istimewa)
Jakarta, Beritasatu.com - Kasus penculikan dan pembunuhan kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank pelat merah di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, berinisial MIP (37), terus menyita perhatian publik.

MIP ditemukan tewas di area persawahan di Kabupaten Bekasi setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Polisi bergerak cepat dengan menangkap 15 orang yang diduga terlibat, termasuk empat aktor intelektual.

 Max Verstappen is a Dutch motorsport talent

  

00:16 / 01:18
 

Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player

Fakta-fakta terbaru mengungkap adanya sosok pengusaha bimbingan belajar sebagai otak, dugaan keterlibatan oknum, serta iming-iming bayaran puluhan juta rupiah kepada para pelaku.

Fakta Terkini Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN
1. Otak pembunuhan diduga seorang pengusaha bimbel
Sosok Dwi Hartono alias Ferry, pengusaha bimbingan belajar (bimbel), disebut sebagai otak intelektual dalam kasus pembunuhan ini.

ADVERTISEMENT

Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkapnya pada Minggu (24/8/2025) di kawasan elit Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

BACA JUGA
Pengusaha Bimbel Online Diduga Dalang Pembunuhan Kepala Cabang Bank Pelat Merah
Dalam video yang beredar, terlihat tim Jatanras mendatangi sebuah rumah mewah di PIK untuk melakukan penangkapan.

Dwi Hartono bukan sosok asing bagi kepolisian. Pada 2012, ia pernah ditangkap Polrestabes Semarang terkait pemalsuan ijazah dan praktik joki tes masuk universitas melalui bimbingan belajar miliknya, Smart Solution.

Dengan biaya Rp 100 juta hingga Rp 500 juta, ia menawarkan jalur belakang masuk universitas, bahkan bisa mengubah ijazah IPS menjadi IPA. Kasus itu terbongkar setelah polisi menerima surat kaleng berisi daftar nama dan modusnya.

2. Penangkapan pelaku di berbagai lokasi
Selain Dwi Hartono, polisi menangkap seorang pria berinisial C alias Ken yang diduga sebagai koordinator eksekusi.

Penangkapan C dilakukan setelah tiga otak intelektual lain, berinisial DH, YJ, dan AA, lebih dulu ditangkap di Solo, Jawa Tengah. Total, ada empat otak intelektual yang diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebut hingga saat ini total ada 15 orang yang sudah ditangkap.

“Saat ini penyidikan masih berlangsung. Setiap pelaku yang diamankan didalami perannya secara menyeluruh,” ujar salah satu penyidik Polda Metro Jaya kepada Beritasatu.com, Selasa (26/8/2025).

3. Ada 15 orang telah diamankan
Polda Metro Jaya memastikan ada 15 orang yang diamankan terkait kasus pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta. Dari jumlah tersebut, sembilan orang ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan enam lainnya ditangkap Subdit Resmob.

“Pemeriksaan dilakukan hati-hati, mendalam, dengan mencocokkan keterangan satu dengan yang lain serta mengaitkan barang bukti. Dari situ akan dipastikan siapa yang berperan sebagai pelaku, tersangka, maupun kemungkinan lain," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam.

Jasad Ilham sebelumnya ditemukan warga di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025) pagi.

Sebelumnya, ia sempat dilaporkan hilang setelah menjadi korban penculikan. Polisi terlebih dahulu meringkus empat pelaku penculikan berinisial AT, RS, dan RAH di Johar Baru, Jakarta Pusat, serta RW di Bandara Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah itu, empat aktor intelektual turut diamankan, yakni C, DH, YJ, dan AA.

4. Dugaan keterlibatan oknum
Kuasa hukum tersangka Eras Musuwalo alias EW, Adrianus Agau, mengungkapkan bahwa kliennya hanya diminta untuk menculik korban.

Menurutnya, Eras dkk tidak terlibat dalam pembunuhan korban. Adrianus menyebut penculikan dilakukan atas perintah seorang oknum berinisial F.

"Setelah penjemputan itu, penjemputan dengan cara paksa itu dilakukan, ada perintah dari oknum yang namanya F itu untuk (korban) diserahkan di daerah Jakarta Timur," ujarnya.

Para pelaku penculikan disebut dijanjikan bayaran puluhan juta rupiah. "Adik-adik kami juga menerima pekerjaan ini karena diiming-imingi sesuatu. Karena ada tekanan ekonomi juga," jelas Adrianus.

Menurutnya, uang muka yang diterima tidak lebih dari Rp50 juta dan sebagian sudah disita penyidik.

5. Tiga klaster tersangka: Pengintai, penculik, dan eksekutor

Adrianus juga mengungkapkan bahwa para tersangka terbagi dalam tiga klaster, yakni kelompok pengintai, kelompok penjemput paksa (penculik), dan klaster eksekutor.

“Nah kami terputus di pengintai sama eksekutor. Adik-adik kami ini mereka perannya hanya untuk menjemput paksa dan memberikan ke mereka (oknum),” ungkapnya.

Ia juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum lain dalam eksekusi pembunuhan.

"Klaster ketiga itu yang melakukan eksekusi. Eksekusi dalam hal ini, dari data penemuan kami di lapangan, ada dugaan oknum," ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta perlindungan hukum kepada Panglima TNI dan Kapolri dalam kasus ini.

TAG:
#penculikan
#pembunuhan
#kancab bank
#polda metro
Berita Terkait
Jejak Penculikan Kacab Bank di Supermarket Pasar Rebo, Jaktim
Jejak Penculikan Kacab Bank di Supermarket Pasar Rebo, Jaktim
Jejak Penculikan Kacab Bank di Supermarket Pasar Rebo, Jaktim
Jejak Penculikan Kacab Bank di Supermarket Pasar Rebo, Jaktim
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Gelar Kegiatan Jumat Bersih lingkungan hidup sedunia 
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Indeks Berita