Viral di Medsos, Miskomunikasi Guru dan Wali Murid SMK N 7 Palembang Berujung Laporan Polisi

Viral di Medsos, Miskomunikasi Guru dan Wali Murid SMK N 7 Palembang Berujung Laporan Polisi
Foto: Polda Sumsel
SUMSEL
Jumat, 24 Okt 2025  20:39

Palembang, Aliansinews"

Sebuah miskomunikasi antara guru dan wali murid di SMK Negeri 7 Palembang berakhir panjang. Polemik yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, justru menjadi perbincangan panas di media sosial hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan, Kamis (23/10/2025). Kedatangan mereka bukan untuk aksi unjuk rasa, melainkan mendampingi laporan resmi terhadap akun media sosial @nita_fsagung, yang diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketua PGRI Kota Palembang, Dr. H. Zulinto, S.Pd., M.M., menjelaskan, kasus ini bermula dari kesalahpahaman antara pihak sekolah dan wali murid. Namun, masalah sederhana tersebut kemudian melebar setelah muncul unggahan di media sosial yang dinilai menjelekkan citra guru dan dunia pendidikan.


“Awalnya hanya miskomunikasi biasa. Tapi karena dibawa ke media sosial dan menjadi viral, persoalannya melebar ke mana-mana,” jelas Zulinto.

Menurut Zulinto, pihaknya telah berupaya mencari jalan damai. Ia bahkan datang langsung ke rumah wali murid untuk melakukan mediasi, dibantu oleh perangkat pemerintah setempat mulai dari Camat Sukarami, Lurah, hingga Ketua RT.
“Kami ingin menyelesaikan dengan cara baik-baik. Tapi sayangnya, upaya itu tidak mendapat respon. Justru muncul lagi unggahan baru yang membuat situasi semakin panas,” ungkapnya.

Unggahan di akun media sosial tersebut, lanjut Zulinto, dinilai telah mencemarkan nama baik guru dan menimbulkan keresahan di lingkungan pendidikan. Banyak tenaga pendidik merasa tersudut dan tertekan dengan komentar publik yang muncul setelah video dan postingan itu viral.
“Yang paling kami sayangkan, opini publik seolah digiring bahwa guru bersalah. Padahal konteksnya belum tentu seperti yang terlihat di video,” tambahnya.

Atas dasar itu, PGRI Palembang melapor ke Polda Sumsel dengan tuduhan fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana diatur dalam Pasal 27A UU ITE.
“Langkah hukum ini bukan karena kami ingin memperkeruh suasana, tapi demi menjaga martabat guru. Kalau satu guru dipermalukan, maka seluruh guru ikut merasa tersakiti,” tegas Zulinto.

Menariknya, sebelum laporan dari pihak PGRI masuk ke Polda, wali murid tersebut ternyata telah lebih dulu melaporkan guru ke Polrestabes Palembang. Kondisi inilah yang membuat situasi semakin kompleks.
“Benar, kami dilaporkan lebih dulu. Tapi kami juga punya hak membela diri. Maka kami ambil langkah hukum balik untuk menjaga kehormatan profesi,” ujarnya.

Zulinto menyebut, laporan yang disampaikan saat ini masih dalam tahap awal pemeriksaan. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memeriksa kebenaran semua bukti dan pernyataan yang beredar.
“Kami hormati proses hukum yang berjalan. Biarlah penyidik yang menilai siapa yang benar dan siapa yang tidak,” katanya.

Kehadiran ratusan guru di Polda Sumsel hari itu, kata Zulinto, bukan bentuk tekanan, melainkan solidaritas moral kepada rekan sejawat.
“Kalau hari ini ada 200 guru datang, jangan kaget kalau besok bisa dua ribu yang ikut. Ini bukan ancaman, tapi wujud kekompakan kami,” ucapnya dengan nada tegas.

Meski begitu, PGRI tetap membuka ruang damai. Zulinto menegaskan bahwa penyelesaian kekeluargaan tetap menjadi pilihan terbaik agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
“Kami para guru tidak ingin berkonflik. Kami hanya ingin mengajar dengan tenang, mendidik dengan tulus, dan menjaga nama baik profesi,” tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial.
“Jangan mudah mengunggah hal-hal yang bisa memperkeruh suasana. Apalagi sampai menuduh tanpa bukti. Dunia maya bukan tempat untuk menghakimi,” pesan Zulinto.

Zulinto menutup keterangannya dengan nada teduh, “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa komunikasi yang salah bisa berujung panjang jika tidak disikapi dengan bijak.”(Manda)

TAG:
#
Berita Terkait
Siap Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan, Bupati OKU Timur Tanam Padi Perdana Program Cetak Sawah.
Siap Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan, Bupati OKU Timur Tanam Padi Perdana Program Cetak Sawah.
Siap Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan, Bupati OKU Timur Tanam Padi Perdana Program Cetak Sawah.
Siap Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan, Bupati OKU Timur Tanam Padi Perdana Program Cetak Sawah.
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
MA Kabulkan PK Menteri ATR/BPN, Sofhuan Yusfiansyah Nilai SHGU PT SKB Dibatalkan Secara Permanen
Tim Putri Bambu Kuning Raih Juara 1 Turnamen Olahraga Antar-Kelurahan Kecamatan Tenayan Raya
2.194 Kasus ODGJ di Purwakarta, DPD Rajawali Desak Penerapan UU Kesehatan & KUHP 2023
Peduli lingkungan, PT. LGI tanam pohon bersama masyarakat di Srumbung, Magelang
BPC HIPMI Kota Palembang Rumuskan Program Strategis, Siap Cetak Wirausahawan Muda Berdaya Saing
Indeks Berita