Banjir berhari-hari lumpuhkan aktivitas warga Kota Semarang

Banjir berhari-hari lumpuhkan aktivitas warga Kota Semarang
Foto: Hujan deras guyur Terminal Terboyo Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/10/2025).(Dok. Relawan Semarang)
JATENG-DIY
Rabu, 29 Okt 2025  07:22

Sebagian wilayah di Kota Semarang kembali tergenang banjir pada Selasa (28/10/2025) kemarin.

Sebelumnya, banjir sudah menggenang sebagian wilayah Semarang pada Senin (27/10/2025). Namun setelah surut, banjir kembali menggenang sejak Selasa pagi tadi.

Ketinggian banjir di Semarang hari ini bervariasi. Salah satu titik terparah berada di Jalan Kaligawe Raya yang merupakan jalur Pantura penghubung Kota Semarang-Demak.

Akibat banjir ini, Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan bahwa hanya kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus yang bisa melintasi genangan air.

"Kedalaman air paling parah di depan RSI Sultan Agung [di Jalan Kaligawe Raya], sampai 80 hingga 90 cm," katanya pada Selasa (28/10/2025) dikutip dari ANTARA.

Selain Jalan Kaligawe Raya, banjir di Semarang hari ini juga menggenang sejumlah lokasi lain. Beberapa di antaranya ialah Jalan Raya Sembungharjo, Jalan Syuhada Tlogosari Kulon, Jalan Muktiharjo, Jalan Kapas Kelurahan Gabangsari, dan sejumlah tempat lainnya.

Berdasarkan update pada Selasa sore pukul 17.00 WIB, banjir juga masih menggenang sebagian wilayah. Salah satunya ialah Jalan Kaligawe Raya berdasarkan pantauan CCTV Pantau Semar milik Pemkot Semarang.

Dampak lebih jauh, warga korban banjir di Kota Semarang tak bisa menjalankan aktivitas berhari-hari. Banjir merendam Ibu Kota Jawa Tengah tersebut--bersama dengan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah--sepekan terakhir. 

Warga terdampak banjir Kota Semarang itu semisal Roisah, 49 tahun, warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari.

"Mau beraktivitas kesulitan. Saya tidak bisa berjualan," kata penjual nasi keliling ini. 

Sejak banjir merendam sepekan ini, Roisah mengaku kesulitan pergi ke pasar utuk belanja bahan untuk dimasak.

"Kalau mau maksa ke pasar juga tidak bisa. Harga bahan baku juga naik," ujarnya menambahkan.

Masih di Tambakrejo, Dina Amalia, 18 tahun, sudah lebih dahulu mengungsi ke kamar kos temannya pada hari ini.

Hujan sejak pagi hingga siang memicu banjir masuk ke kamar kosnya.

"Banjir di dalam kamar sampai mata kaki. Di luar kamar, selutut," kata mahasiswi semester pertama di Universitas Islam Sultan Agung tersebut.

Dia lantas pindah sementara ke kamar kos temannya yang berada lebih tinggi.

Berbeda dari Dina, Arini Putri Nur Zaniyah, 22 tahun, mengaku banjir saat ini bukan kali pertama yang dialaminya selama menjalani hidup dengan kos.  

Mahasiswa semester tujuh ini mengatakan saban musim hujan merasakan banjir. 

"Tahun lalu pernah lebih parah karena banjir sampai seperut di jalan raya. Kalau yang  ini banjirnya sampai paha," ujar mahasiswi asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu.

TAG:
#banjir
#semarang
Berita Terkait
Atasi Banjir Rob Pesisir Semarang-Demak, Tanggul Laut Ditargetkan Berfungsi Januari 2026
Atasi Banjir Rob Pesisir Semarang-Demak, Tanggul Laut Ditargetkan Berfungsi Januari 2026
Atasi Banjir Rob Pesisir Semarang-Demak, Tanggul Laut Ditargetkan Berfungsi Januari 2026
Atasi Banjir Rob Pesisir Semarang-Demak, Tanggul Laut Ditargetkan Berfungsi Januari 2026
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Proyek Peningkatan Jalan Trans Sabbang Tallang Sae di Seko Disorot, Material Yang Digunakan Diduga Ilegal
Indeks Berita