Dituding Hasut Massa, Direktur Lokataru dan Aktifis HAM, Delpedro, Ditangkap Polisi

Dituding Hasut Massa, Direktur Lokataru dan Aktifis HAM, Delpedro, Ditangkap Polisi
Foto: Delpedro Marhaen. (Instagram/@lokataru_foundation)
PERISTIWA
Selasa, 02 Sep 2025  13:51

Polda Metro Jaya menetapkan Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen sebagai tersangka terkait dugaan penghasutan massa. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkap penyelidikan terkait Delpedro sudah dilakukan sejak Senin pekan lalu.

"Upaya penangkapan terhadap Saudara DMR, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yang proses penyelidikannya sudah dimulai sejak tanggal 25 Agustus waktu ada kegiatan yang pertama," ujar Ade Ary, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (2/9/2025).

Sebelumnya Lokataru menyampaikan perihal Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, ditangkap polisi. Lokataru menyebut Delpedro dijemput paksa.

"Direktur Lokataru Foundation dijemput paksa aparat tanpa dasar hukum yang jelas," kata Lokataru di akun Instagram @lokataru_foundation.

Disebutkan, Delpedro dijemput paksa anggota Polda Metro Jaya pada Senin (1/9) malam sekitar pukul 22.45 WIB.

Delpedro dibawa ke Polda Metro Jaya. Pihak Lokataru bicara soal ancaman kebebasan sipil terkait penangkapan Delpedro ini.

"Penangkapan ini adalah bentuk kriminalisasi dan ancaman nyata bagi kebebasan sipil serta demokrasi kita," katanya.

Sosok Delpedro Marhaen

Delpedro Marhaen saat ini menjabat sebagai direktur eksekutif Lokataru Foundation, sebuah organisasi yang berfokus pada advokasi hukum dan hak asasi manusia di Indonesia.

Ia menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Tarumanagara (2018-2022).

Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di bidang hukum di kampus yang sama, serta mengambil magister kedua di bidang ilmu politik kewarganegaraan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (2023-2024).

Sebelum menjabat sebagai direktur eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro mengawali kariernya di bidang advokasi dan penelitian. Beberapa pengalaman yang pernah ia jalani antara lain:

- Researcher di Lokataru Law and Human Rights Office (2023-2024)
- Researcher di Haris Azhar Law Office (2023)
Program assistant di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) (2022-2023)
- Koresponden di BandungBergerak.id (2021-2024)
- Peneliti dan asisten peneliti di Hakasasi.id dan Lokataru sejak 2019

Nama Delpedro Marhaen juga sempat mencuat pada tahun 2024 ketika ia dikabarkan ikut ditangkap seusai demonstrasi penolakan RUU Pilkada di depan Gedung DPR RI. Saat itu, ia sempat dibawa ke Polda Metro Jaya.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat kiprahnya dalam dunia advokasi, terutama dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan demokrasi di Indonesia.

TAG:
#delpedro
#lokataru
#demo
#polda metro
Berita Terkait
Khawatir Gelombang Demo Seperti 1998, Omzet Pengusaha Jakarta Anjlok 80 Persen
Khawatir Gelombang Demo Seperti 1998, Omzet Pengusaha Jakarta Anjlok 80 Persen
Khawatir Gelombang Demo Seperti 1998, Omzet Pengusaha Jakarta Anjlok 80 Persen
Khawatir Gelombang Demo Seperti 1998, Omzet Pengusaha Jakarta Anjlok 80 Persen
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Gelar Kegiatan Jumat Bersih lingkungan hidup sedunia 
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Indeks Berita