Wabub Jaro Ade, Akan Berupaya Percepat Pembebasan Lahan 9 Proyek Infrastuktur.

Bogor - Aliansinews id. Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya mempercepat pembebasan lahan sembilan proyek infrastuktur di wilayah ini.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, kepada wartawan di Cibinong, Sabtu (14/6/2025).
"Saya selaku Ketua Tim Percepatan Pengadaan Lahan, didampingi Pak Sekda sebagai wakil ketua dan Kepala Dinas PUPR sebagai sekretaris tim. Tugas utama tim ini adalah mempercepat proses pengadaan lahan untuk sembilan proyek infrastruktur prioritas di Kabupaten Bogor," kata Jaro Ade.
Politisi Partai Golkar ini mengaku telah menggelar rapat bersama para camat dan sejumlah perangkat daerah, khususnya tim yang telah ditunjuk melalui SK Bupati, pada Jumat (13/6/2025).
"Dukungan para camat dan kepala desa juga luar biasa. Semua ingin percepatan pembangunan," papar Jaro Ade.
Dia menjelaskan pengadaan lahan untuk proyek infrastruktur ini terbagi menjadi beberapa bagian.
Pertama, lahan yang dibebaskan dengan anggaran APBD.
"Tentu ini mengikuti tahapan dan aturan yang berlaku," bebernya.
Kedua, lahan yang melalui mekanisme kerja sama, seperti dengan Perhutani, PTPN, hingga Taman Nasional.
Ketiga, lahan yang dihibahkan, seperti di Kecamatan Nanggung oleh PT Sumi Asih seluas 8 meter x 18 kilometer.
"Proses serupa juga terjadi di jalur alternatif Puncak, di wilayah Megamendung dan Cisarua, di mana sebagian lahan merupakan hibah dan sebagian lainnya kerja sama. Ini patut kita apresiasi bersama," ungkap Jaro ade.
Pemkab Bogor, lanjut dia, telah menginventarisasi berbagai permasalahan infrastruktur, seperti proyek Jalan Tol Tambang.
"Kami telusuri status lahan, apakah milik perusahaan, bisa dihibahkan, atau perlu dibebaskan," ucap karo Ade.
Menurunya, kondisi anggaran yang terbatas akibat efisiensi memaksa pemkab bogor memetakan prioritas jangka pendek menengah, dan panjang untuk dimasukkan dalam RPJMD.
"Program jangka panjang seperti normalisasi dan sodetan sungai Cikeas dan Cileungsi, tentu juga membutuhkan lahan," Imbuhnya.
Dia berharap perusahaan atau pihak lain bersedia menghibahkan lahan untuk proyek infrastuktur ini.
"Jika pun harus dibebaskan, kami terbuka terhadap kerja sama dengan propinsi atau pelaku usaha yang peduli terhadap bogor," Tambah Jaro Ade.
Pria yang di sapa Jaro ade ini menuturkan ada sembilan titik kegiatan untuk pembebasan lahan ini, meliputi pembangunan jalan, normalisasi sungai dan pelebaran alur sungai.
"Untuk pembebasan lahan, tahun ini tersedia sekitar 20 miliar, ditambah Rp 40 miliar untuk pembebasan jalan Lingkar Leuwilian-Rancabungur. Sementara untuk land clearing disiapkan tambahan Rp 10 miliar," Jelas Jaro Ade.
Meski anggaran sudah ada Jaro Ade menegaskan bahwa proses tetap harus sesuai tatapan.
"Ada appraisal, ada penlok (penunjukan lokasi), dan sebagainya, semua proyek yang tercantum dalam SK bupati kami anggap prioritas. Kami pastikan setiap langkah berjalan sesuai regulasi dan tepat waktu," Tandasnya.
(Yogi).












