Motor N-max Merah Secara Simbolis Resmi di Serahkan Seluruh Kades di Sragen, Bupati: Ingat, Ini Untuk Dinas Bukan Gaya-gayaan atau Sombong

 Motor N-max Merah Secara Simbolis Resmi di Serahkan Seluruh Kades di Sragen, Bupati: Ingat, Ini Untuk Dinas Bukan Gaya-gayaan atau Sombong
Foto: Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didepan kantor Pemkab bersama Kades dan Lurah usai serah terima kendaraan dinas N-max
SOLO RAYA
Rabu, 14 Des 2022  14:57

SRAGEN – Selamat, selain melantik para 19 Kepala Desa (Kades), Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga serah terimakan kendaraan dinas kepada para Kades berupa Yamaha N-max berwarna merah.

Disisi lain sebelumnya, Bupati Sragen Yuni juga telah menyerahkan kendaraan dinas untuk Kades dan Lurah pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Stadion Taruna Sragen, Jumat (28/10/2022) bulan lalu.

Soal kendaraan dinas N-max ini, Pemkab Sragen menggelontorkan dana nyaris diangka Rp 6 miliar. Kendaraan dinas itu harganya Rp 31.150.000 per unit. Tujuan kendaraan dinas sendiri untuk Kades dan lurah itu diberikan karena motor dinas lama sudah tidak layak serta nilai asetnya yang sudah habis.

Kemudian dari penyerahan motor dinas itu, juga dilakukan secara simbolis berupa pemberian kunci kepada perwakilan Kades usai dilantik di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati, Selasa (13/12/2022) kemarin.

Lanjutnya, Bupati Sragen Yuni juga menegaskan bahwa kendaraan ini merupakan kendaraan dinas milik negara bukan milik pribadi, sehingga Kades ditegaskan agar tidak dipergunakan untuk gaya-gayaan atau pamer sombong.

"Catat ya, kendaraan dinas N-max ini bukan untuk gaya-gayaan apalagi menjadi lebih sombong, Kades harus mengerti posisi dan menjadi pemimpin yang baik," kata Yuni.

Dia juga berpesan agar kendaraan dinas ini digunakan sebagaimana mestinya. Tidak diberikan kepada anaknya untuk berangkat sekolah seperti kejadian yang viral beberapa waktu lalu di medsos. Dalam unggahan sempat viral foto yang memperlihatkan Yamaha N-max merah berplat nomor merah tengah dikendarai seorang siswa SMA memboncengkan temannya.

"Kalau diberi motor dinas ya dipakai dinas tidak diberikan anaknya untuk sekolah. Jangan memalukan. Apakah motor dinas boleh untuk mengantar anak sekolah?  Boleh, asal diantar bukan berarti dilepas untuk dibawa anak-anak ke sekolah, itu berbeda," tegasnya dengan nada tinggi.

Ditemui usai pelantikan, Yuni mengaku motor N-max yang dipakai sekolah dirasa sudah viral beberapa hari. Yuni menyayangkan dan berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini.

"Setelah viral ini saya rasa sudah menjadi sanksi sosial kepada yang bersangkutan, jejak digital tidak akan hilang, itu lebih dari sekedar ditegur Bupati," katanya.

Yuni mengaku, Pemkab Sragen ingin memberikan kendaraan dinas itu tahun lalu, karena anggaran terpotong untuk penanganan Covid-19 baru tahun ini bisa terealisasi.*(Tim)

Editor: Awi

TAG:
#kendaraan dinas
#kades
#sragen
Berita Terkait
Soal Pilkades Serentak di Boyolali, Pelantikan Kades Bakal di Gelar 27 Desember Mendatang
Soal Pilkades Serentak di Boyolali, Pelantikan Kades Bakal di Gelar 27 Desember Mendatang
Soal Pilkades Serentak di Boyolali, Pelantikan Kades Bakal di Gelar 27 Desember Mendatang
Soal Pilkades Serentak di Boyolali, Pelantikan Kades Bakal di Gelar 27 Desember Mendatang
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kejati Sumsel Selamatkan Uang Negara Rp1,2 Triliun, Tiga Tersangka Baru Kasus KUR Mikro Ditahan
Pemdes Upang Makmur Salurkan BLT Dana Desa (DD) Tahap Pertama untuk Lansia
TNI Hadir Untuk Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda Memasuki Proses Perakitan Besi WF
Imigrasi Klaim Dokumen Lengkap, Keberadaan TKA China di PLTSa Kramasan Tetap Jadi Sorotan
Polda Sumsel Percepat Identifikasi Korban Kecelakaan Maut di Posko DVI Palembang
Indeks Berita