Kantor desa tumbang Kabayan terbangkalai dan kumuh

Sebuah potret ironi tergambar jelas terjadi di desa tumbang kabayan, kecamatan Katingan hulu Kabupaten Katingan.
Kantor desa semestinya menjadi tempat pelayanan publik untuk masyarakat desa kini malah di biarkan terbangkalai bahkan sebagian lantai hancur kantor desa tumbang Kabayan kecamatan Katingan hulu kabupaten Katingan, bangunan ini tak lagi mencerminkan fungsi awalnya sebagai pusat pelayanan publik kamis (23/6/2025)
Alih-alih berfungsi sebagai sarana pelayanan publik , kantor desa ini kini di biarkan terbangkalai Tak hanya merusak fungsi utamanya, kondisi ini turut mencoreng citra Kecamatan Katingan hulu. masyarakat setempat mengkritik keras pembiaran tersebut.
“Ini adalah catatan merah terhadap nilai pemerintah desa dan masyarakat. Bagaimana mungkin kantor yang dibangun dengan uang negara dibiarkan menjadi tempat yang kumuh dan tak layak," seorang warga desa yang geram melihat kondisi tersebut.
Situasi ini semakin diperparah dengan kepala desa tinggal di desa lain dan tindakan kepala desa yang dengan sadar membiarkan dan tidak bertanggung jawab pemandangan kumuh menjadi keluhan utama warga.
Bagi mereka kondisi ini mencerminkan buruknya pengelolaan pemerintah setempat, yang sejatinya dirancang sebagai wadah untuk pelayanan publik kini hanya menjadi saksi bisu kegagalan pemerintah desa dan pihak terkait.
Padahal, kantor ini memiliki fungsi strategis sebagai tempat pelayanan administratif hingga kegiatan mediasi berbasis kepemerintahan
“Fungsi mulia yang seharusnya dijalankan oleh pemimpin hilang begitu saja. Pemerintah terlihat abai dan kehilangan arah dalam menjaga amanat tersebut,” tambah warga dengan nada pedas.
Kritik keras juga dialamatkan kepada kepala desa tumbang Kabayan dan jajarannya. Masyarakat menilai, pembiaran kondisi Kantor desa adalah cerminan lemahnya pengawasan dan komitmen pemerintah setempat.
“Kalau kantor ini saja tidak diurus, bagaimana mau mengurus isu-isu SDM yang lebih kompleks? Ini jelas tanda ketidakseriusan,” kata seorang pemuda desa yang enggan disebutkan namanya.
Pemerintah setempat diminta segera mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan kantor desa pada fungsi utamanya. Warga berharap, fasilitas publik yang dibangun dari uang rakyat tidak disia-siakan dan bisa kembali menjadi simbol toleransi serta pelayanan masyarakat yang layak.











