Memalukan...!! Munas HIPMI di Solo Bak Drama Diwarnai Aksi Adu Jotos Rame-rame. 3 Orang Berujung di Periksa Polisi dan Begini Kronologinya

SURAKARTA - Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Munas HIPMI XVII digelar di Solo, Senin (21/11) hingga Rabu (23/11). Munas ini mengundang perhatian karena diwarnai drama adu jotos bahkan berujung laporan polisi.
Munas HIPMI yang digelar di Hotel Alila Solo itu dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pembukaan Munas diramaikan oleh sejumlah tokoh seperti Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Terdapat tiga calon kandidat yang berkontestasi dalam pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2022-2025 tersebut. Ketiga kandidat tersebut adalah Anggawira, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI; Akbar Himawan Buchari, Wakil Ketua Umum BPP HIPMI; dan Bagas Adhadirgha, Sekretaris Jenderal BPP HIPMI.
Sidang Pleno Hujan Interupsi
Sidang Pleno I, Senin (21/11), terpaksa ditunda lantaran banyaknya interupsi dari peserta. Namun, Ketua Organizing Committe (OC) Munas HIPMI XVII, Muhammad Ali Affandi, mengungkapkan agenda Sidang Pleno I Munas HIPMI tetap berlanjut hingga pemilihan ketua umum baru HIPMI.
"Hari ini pleno 1 sampai terakhir, kami usahakan sampai kita mempertanggungjawabkan LPJ sampai nahkoda baru HIPMI," kata Ali ditemui di Hotel Alila, Selasa (22/11) lalu.
Diwarnai Adu Jotos Antar Peserta
Munas HIPMI XVII di Solo diwarnai keributan hingga adu jotos. Dari video yang beredar, tampak juga protes dari sejumlah peserta hingga maju ke area panggung Munas.
Dilihat dari video 20DETIK, terdapat sejumlah peserta yang melerai dan meminta peserta lainnya turun dari panggung Munas."Turun semuanya, turun semuanya!" teriak seseorang yang terekam dalam video.
Ali Affandi mengungkapkan, kejadian adu jotos yang terjadi di Munas tersebut dipicu oleh adanya kesalahpahaman antar peserta. Ali menjelaskan kegiatan yang berlangsung hingga terlalu malam berujung lelah dan bisa menimbulkan kesalahan.
Berujung Laporan Polisi
Usai kejadian adu jotos tersebut ramai diperbincangkan publik, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengecek lokasi Munas HIPMI didampingi oleh Kapolresta Solo Kombes Iwan Saktiadi.
Kejadian adu jotos tersebut berujung adanya laporan korban ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo. Korban mengalami luka lebam di muka dan sempat dibawa ke RSUD dr Moewardi, Solo.
"Laporan yang masuk ke kami, kami terima. Dan laporan itu pun akan kami tindaklanjuti," kata Kapolresta Solo Kombes Iwan Saktiadi saat ditemui di Hotel Alila.
Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Djohan Andika mengatakan pihaknya telah memeriksa 3 orang dari kejadian adu jotos di Munas HIPMI tersebut.
"Jadi kemarin sudah kita klarifikasi, ada 3 orang baik saksi dan korban. Kita meminta keterangan dari yang bersangkutan terhadap peristiwa yang ada," kata Djohan saat ditemui awak media di Mapolresta Solo, Rabu (23/11) lalu.
Akbar Buchari Ketum Terpilih
Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) nomor urut 01, Akbar Himawan Buchari, memperoleh skor tertinggi mengalahkan pesaingnya nomor urut 02, Bagas Adhadirga.
Dari tayangan YouTube HIPMI TV, Akbar mendapat suara sebanyak 96, sedangkan Bagas mendapatkan suara 68 suara. Padahal dalam pemungutan suara pertama, Bagas lebih unggul dengan skor 71, Akbar 57 dan Anggawir dengan skor 41.
Dalam kesempatan itu, Akbar Himawan Buchari sempat meminta pendukungnya untuk tetap tenang. Menurutnya, dalam proses regenerasi tidak ada yang menang dan kalah.
"Yang ada adalah pembelajaran jadi pemimpin nasional. Ke depan kita berharap kader HIPMI di kanan dan kiri saya, beliau jadi menteri kayak Bang Bahlil (Menteri Investasi)," kata Akbar, Kamis (23/11) malam.
Kronologi Adu Jotos di Munas HIPMI Solo hingga 3 Orang Diperiksa Polisi
Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVII tahun ini digelar di Hotel Alila Solo. Gelaran yang diselenggarakan pada Senin - Rabu (21-23/11) diwarnai dengan adu jotos antar peserta. Berikut kronologi 'panasnya' Munas HIPMI XVII di Solo.
Senin, 21 November 2022.
Bermula beredarnya video kericuhan hingga Adu Jotos di Munas HIPMI
Sebuah video beredar yang memperlihatkan terjadinya adu jotos antar peserta Munas HIPMI. Adu jotos itu diketahui terjadi pada Senin (21/11) malam hari sekitar pukul 23.00 WIB.
Dilihat dari video 20DETIK, sejumlah peserta tampak melerai dan meminta peserta lainnya turun dari panggung Munas."Turun semuanya, turun semuanya!" teriak seseorang yang terekam dalam video.
Laporan Korban ke Kepolisian
Kejadian adu jotos antar peserta tersebut berujung pelaporan korban yang diketahui bernama Muhammad Aaron Annar (40) ke kepolisian. Pihaknya mengunjungi Mapolresta Solo didampingi oleh kuasa hukumnya, Rezki Wirmandi.
"Kami mendampingi saudara Aaron melakukan BAP, yang mana laporan dugaan pidana yang dilakukan oleh terduga I dan kawan-kawan," kata Rezki saat ditemui di Mapolresta Solo, Selasa (22/11).
Dari laporannya, pelapor menyangkakan dugaan tindak pidana pengeroyokan. Pihaknya menyesalkan adanya kejadian ini."Pasal 170 tentang pengeroyokan yang terjadi di lokasi Munas HIPMI XVII di Ballroom Hotel Alila Solo. Kami sesalkan kejadian yang terjadi, kita harap Polresta Solo mengusut tuntas kejadian tersebut," ujarnya.
Cerita Peserta Munas
Aaron mengatakan kejadian dugaan pengeroyokan itu terjadi saat dia berjalan ke arah toilet. Kejadian begitu cepat, dan para terlapor hanya menyerang dirinya."Jam 23.00 saya baru datang, saya masuk ke dalam. Saya lihat situasi memanas, saya keluar ke arah toilet. Waktu itu lagi banyak orang, lagi berkumpul. Tiba-tiba begitu bertemu dengan para terduga pelaku saya diserang. Tidak omongan apa pun," kata Aaron.
Iwan Saktiadi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan korban. Namun, Iwan mengupayakan restorative justice dalam penyelesaian kasus tersebut.
"Namun demikian dari panitia mengharapkan adanya mediasi antar pihak yang berselisih, berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan. Tidak menutup kemungkinan restorative justice akan kita tempuh apabila kedua belah pihak terlibat selisih paham menghendaki secara kekeluargaan,"katanya.
Polisi Sebut Salah Paham Jadi Pemicu Kericuhan
Kapolresta Solo, Kombes Iwan Saktiadi menjelaskan kejadian tersebut bermula saat banyak peserta Munas HIPMI melakukan interupsi. Menurut Iwan, dinamika tersebut terjadi hingga Selasa (22/11) dini hari."Memang secara keseluruhan berjalan cukup lancar, kita ketahui dari pagi upacara pembukaan lanjut kegiatan sambung malam hari, sampai dinamika luar biasa," ujarnya.
Usai kegiatan Sidang Pleno I pada diskors karena banyak interupsi, peserta membubarkan diri dan terjadi kesalahpahaman di luar lokasi sidang yang akhirnya memicu kericuhan hingga adu jotos.
"Pada saat setelah kegiatan malam pleno yang pertama itu peserta bubar, kemudian di arena luar ada gesekan-gesekan, senggol, dan ada sedikit kesalahpahaman. Jadi ya sedikit kesalahpahaman antar beberapa orang di lokasi terjadi hal yang kita ketahui (adu jotos)," kata Iwan saat ditemui di Hotel Alila Solo, Selasa (22/11).
Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Djohan Andika mengatakan pihaknya telah memeriksa 3 orang yang mana mereka adalah saksi dan korban dari kejadian adu jotos di Munas HIPMI tersebut."Jadi kemarin sudah kita klarifikasi, ada 3 orang baik saksi dan korban. Kita meminta keterangan dari yang bersangkutan terhadap peristiwa yang ada," kata Djohan saat ditemui awak media di Mapolresta Solo, Rabu (23/11/2022).
Saat ini kasus adu jotos ini tengah dalam penyelidikan Sat Reskrim Polresta Solo. Pihaknya masih mengumpulkan bukti awal untuk menaikkan kasus ini ke proses penyidikan.
Pihak kepolisian akan memanggil terduga pelaku yang dilaporkan pelapor. Namun, pihaknya masih mengatur jadwal pemanggilan itu agar tidak mengganggu agenda Munas HIPMI XVII.
"Agenda selanjutnya kita memanggil beberapa orang yang diduga melakukan tindakan itu untuk kita mintai keterangannya. Ini kita agendakan dulu supaya tidak mengganggu agenda HIPMI," ujarnya.
Djohan mengungkapkan, pihak panitia ingin masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan antar kedua belah pihak yang adu jotos."Kita lakukan sesuai prosedur. Apabila ada kesepakatan kedua belah pihak, kita akan mengedepankan upaya RJ (restorative justice)," tutup Djohan.*
(det/bgs/red)











