Asap Akibat Karhutla Semakin Memekat, Pemuda Buka Suara dan Ambil Aksi Nyata

Erick Aktivis asal Sumsel
Kamis, 01 Okt 2026  09:29

Sumsel, Aliansinews"

Kabut asap di awal Oktober semakin memekat, terpantau kualitas udara di Kota Palembang serta Sumsel sekitarnya berada pada tingkat berbahaya akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan IQAir mencatat angka ekstrem di level berbahaya menembus angka 1.010 
Sulit mencari akar masalahnya, karena memang penyabab karhutlat disamping cuaca ekstrim dan karakteristik tanah gambut dalam wilayah Sumatera Selatan, namun  disisi lain dalam rilis data BNPB di anggka 99% Karhutla disebabkan oleh tindakan manusia, baik dalam pembukaan lahan, kelalaian, hingga konflik lahan yang disinyalir sebagian besar diduga dilakukan oleh koorporasi dan perusahaan yang bergerak di wilayah perkebunan

Terlepas dari itu, sebelum wabah asap memapar kesehatan warga dan ekonomi warga, upaya penanggulangan bencana Karhutla secara kuratif harus terus diintensifkan 

Dalam menghadapi ancaman kabut asap di tengah puncak musim kemarau, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara terpadu tengah berupaya melakukan pendekatan komprehensif mulai dari strategi promotif, preventif, hingga rehabilitatif. 

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Sumatera Selatan, saat ini resmi menggandeng aliansi mahasiswa Cipayung Plus untuk memperkuat taktis penanganan di lapangan.
Kolaborasi strategis lintas sektor ini dibentuk sebagai upaya partisipatif dan responsif atas meluasnya sebaran titik api (hotspot) di sejumlah wilayah rawan. Sinergi ini dinilai menjadi kunci krusial mengingat kompleksitas penanganan karhutla yang membutuhkan pengawasan ketat, baik melalui aksi pemadaman darat, operasi pemadaman udara (water bombing), hingga pendekatan edukasi pencegahan langsung ke pemukiman warga.

Keterlibatan aktif elemen pemuda ini mendapat sambutan hangat dari jajaran Satgas di lapangan. Erik Agusdiansyah, perwakilan Satgas Karhutla Cipayung Plus sekaligus kader Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumsel, menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa merupakan bentuk komitmen moral dan aksi nyata pemuda bagi masyarakat.

"Langkah ini adalah bentuk komitmen konkret dari gerakan pemuda. Mahasiswa hadir tidak hanya untuk menyampaikan kritik maupun aspirasi terkait dampak buruk kabut asap bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga membawa solusi nyata dengan terjun langsung bergotong royong menangani karhutla di lapangan," tegas Erik.

Berita Terkait
Selengkapnya