Peringkat 18 Dunia Korupsi: Maung Minta Polri Berbenah Total dari Atas ke Bawah
Bogor - Aliansinews id. Kabar buruk kembali menghantui institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Data terbaru menempatkan kepolisian Indonesia sebagai paling korup di kawasan Asia Tenggara, bahkan menduduki peringkat ke-18 terkorup di dunia.
Predikat ini menjadi tamparan keras bagi seluruh jajaran Korps Bhayangkara sekaligus merusak nama baik dan citra bangsa di mata dunia.
Merespons fakta kelam tersebut, Dewan Pimpinan Pusat LSM MAUNG menyampaikan pernyataan sikap tegas:
"Ini bukan sekadar angka atau peringkat semata. Ini adalah cermin buruk yang harus segera dibaca oleh seluruh pimpinan Polri, mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek. Jika ada kesalahan di kapal, jangan menyalahkan semua awak, melainkan nahkoda yang memegang kendali.
Jika pesawat terbang tak sesuai jalur, maka pilotnya yang harus mengevaluasi diri dan memperbaiki arah. Begitu juga dengan institusi ini – perbaikan harus dimulai dari pucuk pimpinan, bukan hanya memungut kesalahan di tingkat bawah."
Berdasarkan data yang dirilis, nilai indeks korupsi kepolisian Indonesia mencapai 7,56, jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Singapura yang hanya mencatatkan angka 2,10. Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga memperkuat kekhawatiran ini: tingkat kepercayaan publik terhadap Polri hanya 65 persen, terpaut jauh dibandingkan TNI yang mencapai 88 persen.
DPP LSM MAUNG menegaskan, korupsi di tubuh kepolisian tidak muncul tiba-tiba. Rendahnya kepercayaan masyarakat dalam penanganan kasus hukum, perlakuan tidak adil, hingga pelanggaran hak asasi manusia menjadi bukti bahwa sistem pengawasan dan pembinaan belum berjalan maksimal.
"Kami meminta Kapolri beserta seluruh jajaran pimpinan tinggi untuk tidak menutup mata atau mencari kambing hitam. Mari berani jujur, berani berubah, dan lakukan reformasi total – mulai dari struktur, budaya kerja, hingga sistem pengawasan yang transparan. Bangsa menunggu bukti nyata, bukan janji manis lagi," tambah pernyataan tersebut.
LSM MAUNG juga mengajak seluruh elemen masyarakat, ormas, dan pemerhati keadilan untuk terus mengawasi dan mendorong langkah perbaikan, agar citra Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dapat pulih kembali.